KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

13 Puskesmas di Karimun di Siagakan Untuk Observasi Corona, Sholat Jumat dan Pesta Pernikahan Belum Dibatasi

RADIOAZAM.ID – Pemerintah Kabupaten Karimun menyiagakan 13 Puskesmas se Kabupaten Karimun, dalam penanganan kasus virus corona di setiap Kecamatan.

“Dari 13 Puskesmas se Kabupaten Karimun, harus menyiapkan ruangan untuk observasil awal, sebelum suspect dirujuk ke RSUD M Sani untuk isolsasi,” kata Bupati Karimun Aunur Rafiq dalam memimpin pertemuan pembentukan gugus tugas penanggulangan kasus virus corona, di gedung serbaguna Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani, Selasa (17/3).

Tidak hanya mengandalkan 13 Puskesmas se Kabupaten Karimun, pemerintah Kabupaten Karimun juga melibatkan medis dari pihak swasta, dengan mengharapkan bantuan-bantuan kesehatan dari perusahaan.

“Medis dari pihak swasta juga sangat kami harapkan agar dapat membantu, seperti di perusahaan-perusahaan, atau yang punya fasilitas kesehatan, tentunya semua ini dalam rangka menanggulangi penyebaran virus corona di Kabupaten Karimun,” kata Rafiq lagi.

Dikatakan Rafiq, langkah-langkah yang telah dilakukan sejauh ini adalah, melakukan pengurangan aktifitas kegiatan, baik dari lingkungan Pemkab Karimun, instansi vertical, serta mengurangi kegiatan masyarakat.

Sejauh ini lanjut dia, pertemuan dalam skala besar sudah dihimbau agar dapat dikurangi, sehingga pemerintah Kabupaten Karimun pun meniadakan hal tersebut sampai 14 hari kedepan.

“Kami juga sudah mengambil langkah meliburkan anak sekolah, mulai dari jenjang pendidikan TK atau PAUD, Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat. Sementara untuk untuk siswa SMA sederajat yang merupakan wewenang Provinsi, saat ini surat edarannya baru keluar untuk di liburkan,” ungkapnya.

Rafiq juga menghimbau kepada masyarakat untuk jangan panik dan tidak menimbulkan keresahan. Khususnya soal sembako agar jangan sampai dilakukan penimbunan atau jangan berbelanja berlebihan, karena sejauh ini kebutuhan pasokan maupun stok sembako dinilai masih stabil.

Begitupun soal sholat lima waktu berjamaah di Masjid, dimana Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa, sehingga masyarakat diharapkan dapat mempelajari fatwa yang telah dikeluarkan. Termasuk juga soal sholat Jumat dan pesta pernikahan.

“Kita tidak membatasi dulu dan di sesuaikan dengan kondisi yang ada,” jelasnya.

Rafiq juga menghimbau agar masyarakat dapat membudayakan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama mencuci tangan menggunakan sabun, dan untuk sementara waktu tidak bersalaman dengan cara bersentuhan langsung atau dapat menggunakan cara lain, agar mampu mengurangi potensi penyebaran virus corona.

Sedangkan informasi tentang perkembangan kasus virus corona di Kabupaten Karimun, telah ditetpakan bahwa hanya disampaikan satu pintu melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun. Sehingga dapat dijadikan rujukan bagi media dalam melakukan pemberitaan.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close