KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Pemkab Karimun Bantah Isu Pemotongan Gaji Pegawai Honorer

Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim

RADIOAZAM.COM – Informasi pemotongan gaji tenaga honorer di lingkungan Pemkab Karimun dibantah Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim.

Menurut Anwar, saat ini anggaran masih dibahas oleh eksekutif dan legislatif di DPRD Kabupaten Karimun. Sehingga dinilai terlalu awal jika dikatakan bahwa akan dilakukan pemotongan gaji honorer.

“Sampai saat ini kan kami masih terus berusaha dan berupaya, agar bagaimana ini tidak dilakukan, artinya masih dalam pembahasan sebelum APBD-Perubahan kita disahkan. Jadi ini hanya kabar burung. Tapi saya kira bagus juga isu ini, supaya honorer dapat meningkatkan kualitas kerjanya,” kata Anwar, Sabtu (24/8).

Anwar menjelaskan, upaya mempertahankan gaji tenaga honorer agar tidak dipotong sebagai bentuk kepedulian pemerintah Kabupaten Karimun.

“Kita masih membahas kemungkinan-kemungkinan dengan kawan-kawan di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Karimun. Dengan harapan agar tidak dilakukan pemotongan gaji,” ujarnya lagi.

Disinggung soal upaya pemangkasan anggaran yang lain, Anwar mengaku bukan pemangkasan melainkan rasionalisasi. Dengan kata lain, menyesuaikan anggaran yang ada dengan konsep program pembangunan.

“Kita sesuaikan, yang dipangkas apa, berapa jumlahnya. Itu nanti antara legislatif dan eksekutif, dengan melibatkan Banggar DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Hanya saja konsep itu memang dari Pemda, kan menyesiakan pendapatan dengan kegiatan. Kita tidak harapkan bahwa semua di rasionalsiasikan, ada yang bentuknya emergency, saya kira itu lah tujuan kita untuk membahas anggaran,” tutup Anwar.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Karimun diisukan bakal memotong gaji ribuan tenaga honorer, dengan total anggaran yang mampu disaving atau dihemat mencapai Rp560 juta.

Angka Rp560 juta diperoleh dengan asumsi, ada lebih dari 2800 tenaga honorer yang baru diperpanjang kontraknya pada awal tahun 2019 kemarin.

Isu itu pun beredar luas di kalangan tenaga honorer Pemkab Karimun, dan mereka mengaku pemotongan gaji akan dimulai pada September mendatang.

Pemotongan gaji itu disebut-sebut telah dilakukan dalam usulan pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P), sebagai bentuk rasionalisasi anggaran, atas kondisi yang tengah defisit.

“Informasinya sudah tersebar luas kalau gaji kami tenaga honorer akan dipotong Rp200 ribu, dari total Rp1,5 juta setiap bulannya hak yang akan kami terima. Artinya hanya tinggal Rp1.300.000 yang bakal masuk ke rekening kami sebagai upah tiap bulannya,” ujar salah seorang tenaga honorer yang enggan disebutkan namanya, Rabu pekan lalu (21/8).

Meski demikin, hingga saat ini honorer tersebut mengaku belum menerima surat edaran.

“Memang sih surat edarannya belum kita terima, tapi informasi pemotongan sudah beredar luas. Hanya saja, sewaktu upacara 17 Agustus bersama para pegawai di halaman Rumah Dinas Bupati, tidak ada disampaikan untuk pemotongan gaji oleh Bupati, hanya disampaikan tidak akan ada pengurangan jumlah tenaga honor,” katanya lagi.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close