KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

19 Tahun Jadi Nelayan Gumbang, Warga Sawang Laut Baru Bisa Kembangkan Usaha Setelah Ikuti Program PUMK PT Timah

RADIOAZAM.ID – Supriyantio, nelayan gumbang di Sawang Laut Kecamatan Kundur Barat baru dapat mengembangkan usahanya, setelah 19 tahun lamanya menggeluti usaha tersebut. Berkat program Pendaaan Usaha Mikro Kecil (PUMK) PT Timah Tbk.

Mulanya, Supriyanto hanya menggunakan alat tangkap sederhana atau pas-pasan, dengan penghasilan dalam satu hari hanya kisaran empat kilogram, karena jaring yang digunakan sudah usang dimakan usia.

Untuk mengembangkan usahanya, Supriyanto cukup kesulitan dalam hal modal, butuh biaya yang cukup besar jika ingin mengganti gumbang baru berikut dengan kelengkapan lainnya. Belum lagi biaya pemasangan jaring yang biayanya tidak sedikit.

Diceritakan Supriyanto, ditengah kebingungan dalam mengembangkan usahanya itu, dia pun sepintas mendapatkan informasi mengenai pinjaman dari PT Timah Tbk, sehingga setelah mendapatkan penjelasan secara rinci dari program Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK), maka ia pun langsung berminat dalam memanfaatkan program tersebut.

Setelah mengikuti program dari PT Timah Tbk, akhirnya Supriyanto bisa mengganti gumbangnya dengan yang baru, serta mampu mengembangkan usaha lainnya. Denganharapan agar mampu meningkatkan perekonomian bagi keluarganya.

“Syukur alhamdulillah saat ini tangkapan dalam satu hari rata-rata bisa mencapai 10 kilogram, atau bahkan lebih namun tergantung cuaca. Pendapatan sebanyak itu berkat pinjaman modal dari PT Timah Tbk melalui program PUMK. Kalau pendapatan sebelumnya sangat kecil sekitar empat kilogram bahkan kurang,” ungkap Supriyanto.

Tidak hanya mengganti gumbang baru, berkat pinjaman modal dari PT Timah Tbk Supriyanto juga bisa mengembangkan usaha lainnya, yakni pembuatan kerupuk.

“Alhamdulillah sedikit demi sedikit pemasukan untuk keluarga juga bertambah,” katanya.

Dikatakan Supriyanto, pandemi Covid-19 memang sangat berdampak terhadap usaha yang dijalaninya, lantaran menurunnya daya beli masyarakat. Sehingga dia berpikir untuk membuat kerupuk udang.

Dari hasil melaut yang mendapatkan ikan dan udang ukuran kecil, ternyata dimanfaatkannya sebagai bahan baku untuk membuat kerupuk. Yang sebelumnya jika mendapatkan hasil tangkapan kecil-kecil, langsung dijual kepada tetangga.

“Tapi setelah ada kebijakan dari pemerintah untuk kelonggaran kegiatan masyarakat turut memberikan dampak positif. Daya beli masyarakat pun kembali menunjukan adanya peningkatan, sehingga ikan dan udang hasil dari gumbang mulai banyak peminatnya, kadang sampai tidak cukup. Dalam satu hari bisa tiga atau empat kali mengambil hasil gumbang,” ujarnya.

Menurut Supriyanto, Program PUMK PT Timah Tbk sangat membantu masyarakat, apalagi pelaku usaha seperti dirinya yang memiliki keterbatasan modal. Sistem yang mudah dan cepat diakuinya membuat program ini sangat membantu.

“Harapan saya kedepan untuk program PUMK PT Timah agar tetap berlanjut, sehingga nelayan- nelayan kecil yang lain dan ingin mengembangkan usahanya masih bisa memanfaatkan program ini,” tutupnya.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close