KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

298 Sekolah di Enam Kecamatan Boleh Belajar di Kelas Mulai 11 Januari, Bupati Karimun Akan Tutup Sekolah Yang Langgar Ketentuan

RADIOAZAM.ID – Sebanyak 298 sekolah atau lembaga pendidikan di Kabupaten Karimun dinyatakan siap melaksanakan pembelajaran secara tatap muka di ruang kelas. Yang akan dimulai pada Senin besok (11/1).

Keputusan itu diambil setelah digelar rapat evaluasi persiapan belajar tatap muka digelas, yang dilaksanakan Pemkab Karimun yang dipimpin langsung oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq, di ruang rapat Cempaka Putih Kantor Bupati, Kamis (7/1).

“Belajar secara tatap muka dikelas baru dapat dilaksanakan untuk enam Kecamatan dari 12 Kecamatan se Kabupaten Karimun. Sehingga Senin besok (11/1) sudah bisa dimulai. Enam Kecamatan ini merupakan zona hijau, antara lain Kecamatan Buru, Kecamatan Kundur Utara, Kecamatan Kundur Barat, Kecamatan Ungar, Kecamatan Moro dan Kecamatan Durai,” kata Rafiq.

Adapun rincian dari 298 sekolah yang dibolehkan belajar secara tatap muka di kelas antara lain, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 50 sekolah, Sekolah Dasar (SD) 64 Sekolah, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 23 Sekolah, Pendidikan Non Formal atau Pusat Kegiatan Belajar Masyarak (PKBM) ataupun LKP sebanyak tiga lembaga, Madrasah Aliyah (MA) tujuh sekolah, Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) sederajat ada 12 sekolah, dan Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) 139 sekolah.

Dalam menerapkan belajar tatap muka di kelas, ada beberapa penegasan yang wajib dijalankan soleh semua sekolah, diantaranya kegiatan tatap muka menggunakan sistem on-off, kegiatan tatap muka dari hari Senin Sampai Sabtu, pembelajaran dimulai pukul 07.30 WIB dan dilakukan secara bertahap, satu jam pembelajaran berdurasi 30 menit.

Kemudian, jumlah pembelajaran perhari selama 4 jam pelajaran, kantin sekolah tidak dibenarkan untuk dibuka, dan tidak ada waktu jeda istirahat. Sedangkan kegiatan olahraga yang bersifat praktek di lapangan di tiadakan.

Dalam kesempatani tu Rafiq juga menjelaskan, untuk kawasan zona kuning dalam hal ini Kecamatan Kundur dan Kecamatan Belat, akan dilakukan persiapan terlebih dahulu, sampai 14 Janurari mendatang.

“Setelah zona kuning ini berubah jadi zona hijau, atau sitausi pandemi Covid-19 benar-benar membaik, maka barulah sekolah di dua Kecamatan ini bisa dibuka untuk belajar tatap muka di kelas,” kata Rafiq.

Dalam penerapan belajar tatap muka di kelas, Pengawas Sekolah di setiap Kecamatan bertanggungjawab terhadap proses pembelajaran setiap minggunya.

“Bagi sekolah yang melanggar protokol kesehatan, harus ditindak lanjuti dan sekolah tersebut akan ditutup. Artinya proses belajar mengajar akan dilakukan secara online atau daring,” tegas Rafiq.

Rafiq juga meminta kepada para orang tua wali murid untuk dapat berpartisipasi dengan baik, agar proses belajar mengajar di kelas dapat berjalan dengan baik.

“Setiap sekolah tidak ada jajajan di kantin. Semua sekolah tidak dibenarkan membuka kantin. Kemudian pembelajaran olahraga untuk sementara ditiadakan dan setiap minggu akan di evaluasi,” pungkasnya.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close