KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

5 Anak Obrak Abrik 2 Sekolah di Karimun Karena Kesal Tak Dapat Mencuri

Awalnya Ditangkap Karena Mencuri Buah di Coastal Area

RADIOAZAM.ID – Lima anak dibawah umur telah ditangkap aparat kepolisian Polres Karimun, yang menjadi otak pelaku pengrusakan terhadap dua fasiltias sekolah, yakni SMA Negeri 1 Karimun dan SMP Negeri 2 Karimun.

Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan dalam keterangan resminya di Mapolres Karimun menyebutkan, kelima pelaku yang ditangkap antara lain, GL (14), AJ (15), AL (14), HS (13) dan IK (13). Mereka nekat melakukan pengrusakan karena gagal mencuri pada dua sekolah tersebut.

“Alasan mereka merusak fasilitas dua sekolah itu, karena kesal tidak berhasil melakukan pencurian,” kata Adenan, Senin (12/10).

Saat mengobrak abrik dua sekolah tersebut, kelima pelaku membagi tugas dan beberapa diantaranya tidak terlibat secara menyeluruh. Seperti di SMA Negeri 1 Karimun, hanya dilakukan oleh GL, AJ dan AL pada hari Jumat sore (9/10) sekira pukul 06.00.

Ketika memasuki areal SMA Negeri 1 Karimun, para pelaku berniat masuk kedalam ruangan majelis guru, untuk mengambil uang namun gagal. Sehingga merusak sejumlah peralatan dan fasilitas mulai dari pot bunga, gelas, piring, kursi, meja dan keran air.

Kemudian pengrusakan di SMP Negeri 2 Karimun, dilakukan oleh HS, AJ, AL dan IK pada Sabtu sore (10/10) sekitar pukul 16.00 Wib. Di sekolah tersebut, pelaku juga merencanakan pencurian. Mereka masuk ke kawasan sekolah dengan cara memanjat pagar, lalu masuk ruangan kelas dan menggambar hal tidak pantas di papan tulis, kemudian mencoret foto.

“Di SMP Negeri 2 Karimun, para pelaku juga masuk ke ruang guru dan mengambil minuman, celana training serta uang tunai senilai Rp17ribu,” jelas Adenan.

Sedangkan uang hasil curian itu, rencananya akan dimanfaatkan pelaku untuk bermain game di warnet.

Adenan menjelaskan, dari lima anak yang menjadi pelaku pengrusakan dua sekolah itu, empat diantaranya merupakan anak putus sekolah, sedangkan satu orang lainnya merupakan pelajar yang bersekolah pada fasilitas pendidikan yang diobrak abriknya.

Mulanya, para pelaku ditangkap bukan karena kasus pengrusakan terhadap dua sekolah di Karimun, melainkan atas kasus pencurian buah di salah satu warung yang berada di kawasan Coastal Area, yang terjari pada hari Minggu (11/10), sehingga diamankan oleh aparat Polsek Urban Tanjungbalai Karimun.

Seperti diberitakan sebelumnya, lima anak dibawah umur menjadi dalang pengrusakan fasilitas pendidikan. Tidak tanggung-tanggung, dua sekolah yang diobrak abriknya pada Sabtu (10/10) dan Minggu (11/10).

Perbuatan lima bocah tersebut sempat viral di media sosial, foto-foto kondisi sekolah yang berantakan dan beberapa peralatan yang pecah, menjadi perbincangan warga dan rata-rata mengaku geram atas pengrusakan, yang belum diketahui siapa pelakunya.

Saat penangkapan, hanya empat bocah yang diamankan oleh aparat Polsek Urban Tanjungbalai Karimun, atas kasus pencurian buah di kawasan Coastal Area, kemudian setelah diinterogasi ternyata mereka merupakan pelaku pengrusakan di SMA Negeri 1 Karimun dan SMP Negeri 2 Karimun.

Hanya saja, satu dari lima pelaku itu masih dalam pencarian karena saat ditangkap, mereka hanya berempat, dan satu orang sedang tidak bersama.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close