KARIMUNSEPUTAR KEPRISERANTAUTERKINI

50 Orang Bugis Dari Batam Datangi Kanwil DJBC, Kakanwil DJBC Kepri Siap Dicopot Dari Jabatannya

RADIOAZAM.ID – Tewasnya tokoh Bugis Kota Batam, H Permata yang ditembak oleh tim patroli Bea dan Cukai, saat terjadi aksi kejar-kejaran di Perairan Sungai Buluh Indragiri Hilir-Riau, membuat pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) beramai-ramai mendatangi Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri, yang berlokasi di Kecamatan Meral Kabupaten Karimun, Selasa (19/1).

Kedatangan mereka ke Kabupaten Karimun memboyong sedikitnya 50 orang warga Bugis dengan menggunakan dua unit kapal cepat. Tujuannya menggelar pertemuan untuk menuntut agar pihak Kanwil DJBC Khusus Kepri bertanggungjawab dan memenuhi tiga poin penting, atas tewasnya mantan Ketua KKSS Kota Batam, H Permata.

Ketua KKSS Kota Batam, Masrur Amin menegaskan, tiga tuntutan yang disampaikan kepada Kanwil DJBC Khusus Kepri antara lain, meminta oknum yang melakukan penembakan untuk dapat diproses hukum. Kemudian, dalam waktu dua kali 24 jam pelaku agar dapat diserahkan kepada pihak berwajib.

“Jangan sampai KKSS menyatakan perang dengan Bea dan Cukai. Kami bisa mencari pelaku, sampai ke lobang semut pun akan kami cari,” ujar Masrur dalam penyampaiannya kepada Kanwil DJBC Khusus Kepri, Agus Yulianto.

Poin kedua kata Masrur, Kanwil DJBC Khsus Kepri harus menyampaikan siapa penanggungjawab pada kapal Patroli Bea dan Cukai, yang memberikan kebijakan di atas kapal untuk memberikan perintah.

“Terakhir, jika kasus yang terjadi ini tidak tuntas, jabatan Kakanwil DJBC Khusus Kepri saya minta dicopot. Mari serius dalam penegakan hukum, jangan tebang pilih,” pinta Masrur.

Sementara itu, Kakanwil DJBC Khusus Kepri, Agus Yulianto mengaku siap memenuhi permintaan warga Bugis Kota Batam, yang tergabung didalam KKSS Kota Batam. Hal itu merupakan bentuk pertanggungjawaban dia selaku pimpinan tertinggi di DJBC Khusus Kepri, atas tewasnya H Permata.

“Jika kasus penembakan terhadap Haji Permata ditetapkan secara hukum, dan harus ada yang bertanggungjawab, maka saya siap untuk itu, insyaallah siap untuk dipecat,” terang Agus.

Agus pun mengaku siap menjalankan apa yang diminta oleh KKSS Kota Batam tersebut. Dan memastikan proses hukum akan berjalan dengan baik, dan tidak akan dilebih-lebihkan.

Adapun sosok sang penembak H Permata, saat ini tengah diproses dan diperiksa secara internal Bea dan Cukai.

Turut hadir dalam kesempatan itu, para FKPD Kabupaten Karimun seperti Bupati Aunur Rafiq, Ketua DPRD, Dandim 0317 Tanjungbalai Karimun, Danlanal Tanjungbalai Karimun, Kapolres Karimun, MUI dan lainnya.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close