KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

51 Guru Mata Pelajaran Al-Quran di Darul Mukmin Diberi Pembekalan

Jadi Materi Unggulan Semua Jenjang Pendidikan

RADIOAZAM.ID – 51 guru mata pelajaran Al-Quran di seluruh jenjang pendidikan dibawah naungan Yayasan Darul Mukmin, mengikuti rapat koordinasi dan pembekalan di Graha Azam Komplek Yayasan Darul Mukmin, Jumat (10/7).

Koordinasi tersebut sebagai pemantapan terhadap guru mata pelajaran yang menjadi keunggulan Yayasan Darul Mukmin, hingga mampu mencetak generasi penghafal Al-Quran.

Manager SDM pnedidikan dan Pengembangan Al-Quran Yayasan Darul Mukmin, Noor Famayani dalam membuka kegiatan tersebut mengatakan, materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah terkait metode wafa. Sehingga lebih dapat menguatkan agar metode wafa bisa menjadi sangat efektif, dalam pembelajaran Al-Quran disetiap unit atau jenjang pendidikan yang ada pada Yayasan Daul Mukmin.

Rincian dari 51 guru Al-Quran Yayasan Darul Mukmin yang mengikuti kegiatan tersebut antara lain, 10 guru dari Taman Kanak Kanak Islam Terpadu (TKIT), 26 guru dari Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT), lima guru dari Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT), empat guru dari Rumah TahfiZ dan enam guru dari Taman Pendidikan Quran (TPQ) atau Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA).

“Wafa adalah metode belajar Al-Quran dengan menggunakan otak kanan, dan ini lebih efektif serta lebih cepat cara pembelajarannya. Sehingga metode itu yang kita terapkan dan telah dimasukkan kedalam kurikulum. Yang merupakan materi pembelajaran utama di Yayasan Darul Mukmin seluruh jenjang pendidikan,” kata Fama.

Disebutkan, cukup banyak keutamaan yang didapat dari metode wafa. Mulai dari cara belajar anak yang lebih enjoy, metode belajar anak dengan bahagia, tidak ada yang mengatakan susah atau yang lainnya. Karena memang dalam pembelajarannya metode tersebut diatur untuk membuat anak bahagia.

Pembukaan rapat koordinasi dan pembekalan bagi guru Al-Quran Yayasan Darul Mukmin, yan disampaikan Manager SDM pnedidikan dan Pengembangan Al-Quran Yayasan Darul Mukmin, Noor Famayani di Graha Azam Komplek Yayasan Darul Mukmin, Jumat (10/7)
Fama juga menjelaskan, setelah para siswa merasa bahagia dan suka dalam membaca Al-Quran, maka akan muncul kemampuannya dan mahir dalam membaca Al-Quran. Setelahnya, tahpan berikutnya para siswa siswi akan merasakan kecintaan terhadap kitab suci uma Islam itu.

“Cinta itu kan ingin dekat-dekat, nah kita juga ingin seperti itu, agar Al-Quran diingat dan diulang-ulang terus. Saya ingin melihat bahwa dipojok-pojok atau setiap sudut kawasan Yayasan Darul Mukmin ada anak-anak yang duduk sambil memegang Al-Quran sedang mengulang hafalan. Itu adalah harapan terbesar yang ingin kita wujudkan, sebagai budaya cinta Al-Quran di yayasan ini,” harap Fama.

Disinggung metode pembelajaran yang akan dilakukan dimasa pandemi Covid 19 saat ini, Fama mengaku masih akan melihat media apa yang perlu digunakan untuk efektifitas pembelajaran Al-Quran, serta yang memungkinkan metode pembelejaran itu dapat terlaksana, tentunya media yang ditentukan akan lebih memudahkan bagi orang tua dan guru. Seperti misalnya saat ini diterapkan pembelajaran menggunakan metode daring bagi siswa SDIT, sedangkan siswa SMPIT sudah mulai masuk sekolah dengan cara tatap muka.

Sebelumnya, metode pembelajaran siswa dilakukan dengan cara rekam video. Namun untuk cara pembelajaran ditahun ajaran baru ini masih dilakukan pengkajian.

Pemateri dalam kegiatan yang digelar hanya satu hari itu, disampaikan oleh Kaur Pengembangan Al-Quran, Yusuf Siregar. Hadir para kepala sekolah dan unit dibawah naungan Yayasan Darul Mukmin.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close