KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

8 Orang Warga Ungar Positif Covid-19, 2 Objek Wisata di Desa Batu Limau Langsung Ditutup

Total 200 Pasien Positif se Kabupaten Masih Dirawat

RADIOAZAM.ID – Pemerintah Desa Batu Limau Kecamatan Ungar menutup dua objek wisata yang terdapat di desa tersebut, terhitung sejak Minggu (16/5).

Penutupan itu dilakukan mengingat terjadi peningkatan kasus positif Covid-19 di wilayah Pulau Ungar Kecamatan Ungar. Sebagiamana data dari Satgas Covid-19 Kabupaten Karimun pertanggal 15 Mei 2021, terdapat 8 orang warga Kecamatan Ungar yang positif.

Kepala Desa Batu Limau, Zazali saat dikonfirmasi membenarkan penutupan dua objek wisata yang terdapat di wilayahnya. Yakni objek wisata Batu Limau dan Batu Beliang.

“Objek siwata Batu Limau dan Batu Beliang yang ada di Pulau Ungar Kecamatan Ungar, dan kebetulan masuk didalam wilayah Desa Batu Limau kita tutup dulu sementara waktu, terhitung mulai hari ini, Minggu (16/5),” jelas Zazali melalui sambungan ponselnya, Minggu pagi (16/5).

Dikatakan Zazali, penutupan objek wisata tersebut dilakukan sebagai langkah waspada terhadap penyebaran virus Covid-19 di Pulau Ungar.

“Penutupannya dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Kami akan terus berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Karimun, bersama pihak Kecamatan, Babinsa dan Polsek Kundur. Jika sudah ada petunjuk baru kami buka kembali,” katanya.

Dalam memutuskan penutpan objek wisata di wilayah Desa Batu Laimau, Zazali melibatkan perangkat RT, RW, Perangkat Desa Batu Limau, termasuk Babinsa dan Kepolisian. Setelah disepakati dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, maka penutupan pun langsung dilakukan.

Bagi masyarakat yang melanggar, Zazali menegaskan akan menyerahkan sepenuhnya terhadap tim gugus tugas yang menangani Covid-19 di Kabupaten Karimun.

Disinggung bahwa telah ada larangan penutupan objek wisata saat hari raya idul Fitri di Kabupaten Karimun, namun kenapa baru ditutup saat lebaran keempat, Zazali mengaku kunjungan wisatawan di dua objek wisata tersebut hanya bersifat lokal, yakni didatangi masyarakat di kawasan Pulau Ungar dan sebagian dari Pulau Kundur. Namun tidak disangka terjadi peningkatan sehingga baru dilakukan penutupan.

“Kunjungan wisatawan saat hari raya kan hanya bersifat lokal atau hanya orang-orang kampung di Ungar sini saja, atau paling jauh dari Kundur, kemudian karena kasus meningkat maka kita tutup sebagai langkah antisipasi agar tidak ada kunjungan dari luar juga,” ungkap Zazali.

Menurutnya, rekomendasi atau dukungan dari pihak Kecamatan dalam menutup dua objek wisata yang cukup terkenal di Kabupaten Karimun itu juga telah diperoleh,termasuk juga dari pihak medis di Puskesmas Kecamatan Ungar. Sehingga Zazali menegaskan akan menutup objek wisata Batu Limau dan Batu Beliang.

“Alhamdulillah pihak Kecamatan Ungar dan Puskesmas Ungar juga mendukung untuk ditutupnya objek wisata yang ada di Desa Batu Limau ini,” pungkasnya.

Data yang bersumber dari tim gugus tugas penanganan dan penanggulangan Covid-19 Kabupaten Karimun, per tanggal 15 Mei 2021, total pasien positif Covid-19 yang dirawat saat ini di kabupaten Karimun sebanyak 200 orang. Yang tersebar di beberapa Kecamatan se Kabupaten Karimun.

Diantaranya, Kecamatan karimun 72 pasien, Kecamatan Meral 46 pasien, Kecamatan Tebing 33 pasien, Kecamatan Meral Barat 8 pasien, Kecamatan Kundur 25 pasien, Kecamatan Kundur Barat 2 pasien, Kecamatan Ungar 8 pasien, Kecamatan Durai 1 pasien. Disamping itu terdapat lima pasien positif dari luar wilayah, sehingga total sebanyak 200 orang pasien positif yang masih dalam perawatan se Kabupaten Karimun.

Sementara untuk Kecamatan yang tidak terdapat pasien positif Covid, antara lain Kecamatan Buru, Kecamatan Kundur Utara, Kecmatan Belat, Kecamatan Moro, dan Kecamatan Niur Permai (pemekaran dari Kecamatan Moro).

Dari data 200 pasien positif yang masih dalam perawatan se Kabupaten Karimun itu, 167 pasien terpaksa dirawat secara mandiri atau melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Karena pusat isolasi di RSUD dan Puskesmas Meral Barat saat ini sedang penuh. Ada 19 pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani, 12 orang di Puskesmas Meral Barat, dan dua orang di Rumah Sakit Bhakti Timah (RSBT).(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close