KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Ansar Ahmad Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung LAM Provinsi Kepri

RADIOAZAM.ID – Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri mulai dibangun, ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad, di kawasan Gurindam Duabelas, Tanjungpinang, Senin (1/8/2022).

Lokasi pembangunan gedung tersebut, tepat berseberangan dengan Masjid Sultan Riau di Pulau Penyengat. Sehingga hal ini diyakini semakin mempertegas LAM Kepri sebagai barometer identitas dan pelestari adat Melayu.

Dalam kesempatan itu Ansar menyebutkan, pembangunan gedung LAM Kepri merupakan langkah Pemprov Kepri dalam meningkatkan kemajuan semua elemen, demi kepentingan masyarakat termasuk sektor adat istiadat dan budaya Melayu.

“Yang namanya simbol tentu posisinya musti yang levelnya terbaik, karena Gurindam Duabelas ini akan menjadi pusat aktifitas ekonomi, dan kegiatan masyarakat maka kita bangun disini. Dan kita ingin menyatukan dengan ikon-ikon lainnya disini,” ujar Ansar.

Menurutnya, Pemprov Kepri memang akan membangun beberapa infrastruktur di Gurindam Duabelas, untuk melengkapi gedung LAM yang akan berdiri. Diantaranya adalah gedung etalase Dekranas, etalase makanan fastfood branded, dan etalase makanan khas Melayu.

Dengan adanya Gedung LAM Kepri kata Ansar, masyarakat atau turis yang datang ke Gurindam Duabelas bisa sekalian melihat gedung yang akan jadi tempat LAM Provinsi Kepri berkantor, serta dapat mengetahuinya lebih jauh lagi tentang adat istiadat Melayu.

“Dengan keberadaan gedung LAM Provinsi Kepri ini maka akan menjadi simbol dan mempertegas, bahwa Kepri sebagai Provinsi Melayu. Dari Singapura dan Malaysia juga bisa berkunjung ke Gedung LAM ini nantinya,” ungkap Ansar.

Sementara itu, Ketua LAM Provinsi Kepri, Datok Sri Setia Utama, Abdul Razak, mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Pemprov Kepri, atas pembangunan Gedung LAM Kepri.

Menurutnya, LAM adalah teman kerja Pemprov Kepri untuk membangun. Keberadaan LAM di Provinsi Kepri sudah diperkuat dengan Perda Kepri nomor 1 tahun 2014.

“Gedung LAM Kepri ini bukan hanya untuk orang Melayu saja, karena menjadi payung untuk semua masyarakat yang tinggal di Kepri, tidak terbatas hanya untuk orang Melayu saja,” kata Abdul Razak.

Dia juga memohon dukungan dan doa dari semua pihak, agar pembangunan gedung LAM Kepri bisa berjalan dengan lancar hingga selesai nantinya.

Sebelum peletakan batu pertama dimulai, diawali dengan tradisi Melayu berupa tepuk tepung tawar, yang menjadi simbol memohonkan doa keselamatan selama pembangunan gedung LAM Kepri berlangsung.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close