KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Batu Miring Pantai Lubuk Ambruk, Pedagang Harapkan Perbaikan Demi Kenyamanan Pengunjung

RADIOAZAM.ID – Batu miring penahan ombak di Pantai Lubuk Desa Lubuk Kecamatan Kundur ambruk di beberapa bagian, berdampak pada genangan air laut yang mengganggu kenyamanan pengunjung.

Sejatinya, batu miring tersebut adalah untuk penahan ombak sebagai antisipasi abrasi pada Pantai Lubuk tidak meluas, namun setelah dibangun ternyata beberapa bagiannya telah ambruk dan terdapat tiga titik berbentuk lubang besar menganga.

Kondisi ini mengakibatkan air laut tetap naik kedarat karena tidak dilakukan perbaikan, saat terjadi kerusakan. Pengunjung yang akan terus menuju ujung pantai atau tepatnya ke Pulau Cinta (nama objek wisata) yang satu lokasi dengan Pantai Lubuk, terpaksa melewati jembatan alternatif menggunakan satu batang kayu, untuk melintasi air laut yang telah naik kedarat.

Salah seorang pedagang Pantai Lubuk, Dolah mengatakan, penahan ombak di Pantai Lubuk sudah ada sejak tiga tahun lalu. Kondisi rusak saat ini memang diakibatkan tingginya gelombang laut, ditambah cuaca yang ekstrem, sehingga batu miring pun berdampak pada beberapa bagiannya yang ambruk.

“Sebetulnya kalau segera ditimbun bagian dalamnya dan tidak kosong, tidak akan ambruk yang begitu luar. Usia batu miring ini sudah ada sejak tiga tahun lalu,” ujar Dolah saat ditemui di Pantai Lubuk Desa Lubuk Kecamatan Kundur, Minggu (14/3).

Menurut Dolah, jika akan dilakukan penimbunan pada lokasi yang telah dibangun batu miring, sekurang-kurangnya butuh 100 atau hampir 200 truk tanah. Sehingga akses pengunjung yang akan ke ujung pantai tidak terganggu lagi.

“Mudah-mudahan segera diatasi, agar penahan ombak ini tidak ambruk semuanya. Khawatirnya, ini juga berdampak pada jumlah pengunjung,” ungkapnya.

Pantai Lubuk yang eksotis menjadi salah satu destinasi wisata favorit Pulau Kundur, karena panjang pantainya lebih dari dua kilometer, yang menghadap langsung ke perairan Provinsi Riau. Tepat di ujung pantai, ada objek wisata yang dikelola secara mandiri oleh pemilik lahan, dan diberi nama Nanggai Beach, dilengkapi dengan objek untuk berswafoto yang tak asing bagi masyarakat Kabupaten Karimun, yakni Pulau Cinta.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close