Breaking News

Belajar Hafalan Al-Quran di Darul Mukmin Boarding School Akan Mulai Efektif Pada Senin Besok, Seluruh Wali Santri Dikumpulkan Untuk Sampaikan Tata Tertib dan Metode Pembelajaran Anak

0 0

RADIOAZAM.ID – Rumah tahfiz milik Yaysan Darul Mukmin bernama Darul Mukmin Boarding School, akan mulai efekti melakukan proses kegiatan belajar mengajar hafalan Al-Quran pada Senin besok, (31/7/2023).

Namun untuk tahap awal, baru peserta didik putri yang akan melaksanakan proses pendidikan hafalan Al-Quran, sedangkan yang putra akan memulai proses pembelajaran pada awal September mendatang.

Sebelum proses pendidikan dimulai secara efektif, manageman Darul Mukmin Boarding School mengumpulkan seluruh orang tua peserta didik di Graha Azam Yayasan Darul Mukmin, Selasa siang (25/7/2023) pukul 14.00 WIB. Dalam agenda penyampaian tata tertib dan hal-hal terkait dengan kegiatan para santri, yang disampaikan langsung oleh Kepala Darul Mukmin Boarding School, Muhammad Nuh Siregar.

“Insyaallah para santri khususnya yang putri, akan mulai masuk di Darul Mukmin Boarding School pada Jumat besok (28/7/2023), ditandai dengan penyerahan santri dari orang tua wali murid kepada manageman. Kemudian mulai efektifnya pada Senin depan (31/7/2023),” ujar Muhammad Nuh Siregar.

Nantinya kata Muhammad Nuh Siregar, agenda pada 28 Juli 2023 itu, para orang tua dan santri putri akan dapat melihat dimana kamar dan tempat tidur, yang akan ditempati para peserta didik, sambil membawa peralatan anak yang akan dipakai sehari-hari di rumah tahfiz Darul Mukmin Boarding School.

Adapun asrama putri akan menempati bekas rumah tahfiz Darul Huffaz yang kini berganti nama menjadi Darul Mukmin Boarding School, berlokasi persis disamping Masjid Darul Mukmin. Sedangkan asrama putra yang rencananya baru akan efektif pada September 2023 mendatang, akan ditempatkan di lantai tiga TPQ Darul Mukmin yang juga berada di samping Masjid Darul Mukmin atau diseberang jalan dari gedung SMPIT Darul Mukmin.

“Untuk kebutuhan makan dan minum sudah disediakan manageman, hanya peralatannya yang perlu dibawa seperti piring, sendok dan botol minum. Begitupun tempat tidur, bantal dan selimut sudah disediakan. Tapi kalau para orang tua ingin membawa bantal atau selimut khusus bagi anaknya dipersilahkan,” tambah Muhammad Nuh Siregar.

Proses pembelajaran para santri akan berlangsung selama lima hari setiap pekannya, dimulai Senin sampai Jumat dan Sabtu pagi pukul 10.00 WIB akan pulang kerumah dan menginap satu malam, kembali lagi ke asrama pada hari Minggu.

Muhammad Nuh Siregar juga menyampaikan program pendidikan yang akan diberikan kepada para santri, degan target per tahun akan dapat menghafal Al-Quran sebanyak tiga juz setengah.

“Kami sudah membedah bersama-sama dengan para pengurus, maka setiap harinya ananda akan menghafal Al-Quran sebanyak setengah halaman, jadi dalam seminggu pembelajaran dari Senin sampai Jumat, secara keseluruhan sebanyak dua halaman setengah atau satu lembar seperempat. Kalau setiap minggunya disini menghafalnya segitu, maka dikalikan empat minggu dalam sebulan, ada 10 halaman atau setengah juz. Dibulan kedua anak-anak akan sudah dapat menghafal sebanyak satu juz,” jelasnya.

Meskipun pada bulan kedua sudah dapat menghafal satu juz, namun para santri akan melewati tahapan melancarkan hafalan dilanjutkan setoran hafalan satu juz kepada gurunya. Sehingga ditargetkan pada pekan ketiga bulan ketiga baru dapat memulai hafalan untuk juz kedua.

Dengan tahapan hafalan Al-Quran tersebut, maka dalam satu smester para santri ditargetkan sudah dapat menghafal dua juz, sehingga akan dapat mencapai target setahun paling sedikit tiga juz setengah.

“Kalau anak-anak istiqomah dan rajin, insyaallah bisa menghafal Al-Quran dengan metode yang kita ajarkan ini. Tidak hanya hafalan yang ditambah, kami juga mengajarkan untuk menjaga hafalannya, atau ada yang namanya murojaah. Waktunya setiap sore dalam bentuk mengaji satu juz tanpa melihat Al-Quran, mereka akan membaca secara bergantian,” katanya.

Selain hafalan Al-Quran, para santri juga akan diberikan materi tambahan lainnya, mulai dari fiqih, tahsin, akhlak, tahuid, zikir setelah sholat, termasuk juga diajarkan memimpin doa dan tahlil, sebagai tradisi dari warga Nahdatul Ulama (NU), serta diajarkan fardu kifayah atau mengurus jenazah.

Dijelaskannya pula, seluruh santri akan tetap bersekolah formal mulai pagi di lembaga pendidikan Yayasan Darul Mukmin, baik itu siswa siswi SDIT Darul Mukmin ataupun SMPIT Darul Mukmin, dan akan kembali ke Darul Mukmin Boarding School setelah sholat zuhur, atau tepatnya pukup 13.00 WIB

Setelah menyampaikan tatatertib dan beberapa hal lainnya serta menerima surat pernyataan untuk diisi dirumah, sekira pukul 15.30 WIB para orang tua diperkenankan untuk pulang dan mempersiapkan beberapa keperluan anaknya, sebelum diserahterimakan kepada Darul Mukmin Boarding School.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Manager Al-Quran dan Keislaman Yayasan Darul Mukmin, M Yusuf Siregar, serta Manager Pendidikan dan Penjaminan Mutu, Alfitriadi.(agn)

About Post Author

agn

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *