KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Berada di Urutan 12 Tingkat Nasional Dalam Ajang Fiksi, Kadis Pertanian Karimun Datangi Langsung Dua Pelajar di SMK Negeri Kundur

RADIOAZAM.ID – Mendapat kabar dua orang pelajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Kundur, yang berada di urutan 12 tingkat nasional dan akan melaju ke babak selanjutnya, dalam ajang Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) jenjang SMK.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karimun, Sukriyanto menyambangi SMK yang berbasis pertanian itu, guna memberikan motivasi dan melihat langsung hasil karya yang diciptakan siswa siswi dari sekolah tersebut, dalam sebuah produk marketplace KuTani, Kamis (23/9).

“Di SMK Negeri Kundur terdapat dua orang siswa siswi mewakili Provinsi Kepri ke tingkat nasional. Sehingga saya datang langsung ke sekolah tersebut dan ingin mengetahui tentang marketplace yang dibuat. Tadi juga sekalian kita sharing informasi tentang karya anak-anak hebat ini, dan sudah sejauh mana progresnya,” jelas Sukriyanto.

Sukriyanto mengaku sangat mengapresiasai marketplace yang diciptakan siswa SMK Negeri Kundur, yang dinilai sangat bagus. Dengan prestasi yang mampu mengantarkannya berada di urutan ke 12 se Indonesia itu, tentunya sebuah promosi kepada dunia pendidikan, bahwa SMK tidak hanya mengandalkan otomotif atau kelistrikan semata, tapi juga ada hal lain yang menjanjikan, dan mampu mengantarkan siswanya untuk berkarya hingga tingkat nasional.

“Marketplace yang sudah dibuat memang masih dalam bentuk prototipe, dan ini sangat bagus sekali. Dari segi kualitas dan fasilitas sudah luar biasa. Saya melihat, belum tentu yang lain bisa buat seperti itu, dan ini luar biasa sekali. Meski bentuknya masih prototipe, tapi yang jelas KuTani adalah sebagai penghubung antara petani sebagai produsen dengan konsumen,” katanya.

Sukriyanto mengaku selalu mengikuti perkembangan prestasi dari sekolah tersebut melalui pemberitaan di media. Sehingga ketika mendapati informasi mengenai marketplace KuTani yang dibuat siswa siswi SMK Negeri Kundur, maka dia langsung menghubungi pihak sekolah untuk berdiskusi lebuh jauh dengan guru pembimbing dan kepala sekolah, termasuk dengan siswa yang bersangkutan, yakni Rida Saputri dan Wahyu Andrean, mereka akan masuk ke babak semi final (sebelumnya diberitakan akan masuk Final namun diralat) pada 11 Oktober hingga 16 Oktober mendatang.

Dari diskusi itu, Sukriyanto mendapat informasi secara detail dari siswa siswi tersebut, sehingga mengetahui latar belakang kenapa marketplace KuTani dibuat. Sehingga dia pun sudah memberikan saran dan review untuk kedepannya.

Dia menilai, hasil dari perbincangan tersebut sangat bagus, namun karena masih berbentuk prototipe, sehingga prosesnya masih sangat panjang.

“Tadi ada review ataupun informasi yang diberikan dari guru pembimbingnya. Kemudian, karena saya punya rekan yang bisa membantu, maka saya minta tolong untuk memberikan masukan, sehingga tadi sudah langsung eksen agar lebih maksimal lagi,” katanya.

Menurutnya, meskipun kewenangan SMK Negeri Kundur bukan berada di Kabupaten Karimun, namun dia akan mensuport dari segi lain, seperti memanfaatkan karya siswa siswi tersebut untuk input data.

“Kita bisa suport dari hal lain kan, seperti bisa input data dan sebagainya. Karena ini untuk petani, kita sudah bahas bersama-sama, dan saya sangat puas apa yang dilakukan,” ungkap Sukriyanto.

Mengenai dorongan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karimun, Sukriyanto akan melakukan pengembangan kedepannya terhadap marketplace yang sudah dibuat. Dimana sebuah platform yang memiliki profit oriented, membantu petani memasarkan produk tani.

“KuTani ini ada nilai tambahnya dibanding dengan marketplace yang lain, seperti Go Tani, Tani Heart, dan lainnya. Platform ini sebagai pasar online, dan juga berfungsi sebagai wadah informasi antara petani dan pembeli,” ungkapnya.

Sukriyanto bercita-cita agar KuTani bisa dimanfaatkan selain sebagai sarana pemasaran produk pertanian, juga dapat digunakan untuk menginput database titik para petani, jenis produk dan harga hasil tani.

“Dari segi proses kedepan kami masih belihat bagaimana tindaklanjutnya nanti. Tapi yang jelas hak patennya memang mereka dan diciptakan oleh siswa SMK. Kolaborasi antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karimun dengan SMK Negeri Kundur bisa saja kita lakukan, karen akami kan butuh data dan indformasi. Tapi ini kan baru prototipe dan merek juga memang sudah menginput data, ada beberapa petani yang sudah ada data didalam marketplacenya,” ujar Sukriyanto lagi.

Rencana untuk mebakukan jadi hak milik Kabupaten Karimun, Sukriyanto mengaku masih akan melihat kedepannya. Dia meminta agar sama-sama mendoakan Rida Saputri dan Wahyu Andrean dapat masuk ke babak selanjutnya bahkan sampai final dan meraih yang terbaik.

Hanya saja, nantinya akan dibuat rencana selanjutnya jika misalnya nanti belum mampu menjadi yang terbaik, sementara karya siswa siswi yang dinilai sangat luar biasa itu, memang tidak mudah untuk diciptakan.

“Mohon doanya saja biar bisa masuk ke final nantinya. Mereka akan melakukan presentasi melalui zoom meeting, dilanjutkan dengan mengirimkan video berupa data-data testimoni. Yang jelas sekelas SMK ini sudah sangat luar biasa marketplacenya. Kita di Kepri ada dua sekolah yang melaju babak selanjutnya, satu sekolah lagi masuk urutan ke 50 dan SMK Negeri Kundur ini masuk 12 besar, tentunya tidak sembarang,” katanya.

Sementara itu, Harja Saputra, selaku guru pembimbing Rida Saputri dan Wahyu Andrean yang mampu mengantarkan dua pelajar tersebut bertengger di urutan 12 tingkat nasional, memiliki harapan agar ide dan inovasi dari anak didiknya itu bisa diakomodir oleh pemerintah daerah.

“Terlepas dari apapun hasil perlombaan FIKSI ini nantinya, tentunya akan menjadi kebanggan besar bagi kami sebagai lembaga pendidikan, bisa memberikan sumbangsih nyata kepada pemerintah, untuk membantu mengembangkan sektor pertanian di Kabupaten Karimun,” tutur Harja yang sebelumnya juga membimbing siswa SMK Negeri Kundur, pada FLS2N dan mampu melaju ke tingkat nasional dalam bidang cipta lagu.

Untuk itu dia mengharapkan dukungan dan doa dari semua pihak, agar dua siswa siswi SMK Negeri Kundur mampu memberikan yang terbaik, sehingga menjadi peserta terbaik pula nantinya ditingkat nasional.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close