KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Buat Paspor di Karimun Kini Tak Pelru Antri, Petugas Akan Datangi Pemohon Dalam Program Eazy Paspor

Inovasi Dimasa Pandemi Covid 19

RADIOAZAM.ID – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai Karimun kini memberikan kemudahan bagi masyarakat yang akan mengurus paspor. Tidak perlu lagi repot-repot antri atau melakukan perekaman di Kantor Imigrasi, karena petugas yang akan mendatangi rumah atau lingkungan masyarakat dalam urusan penerbitan Paspor.

Karena sat ini, Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai Karimun telah meluncurkan program Eazy Paspor. Bagi warga yang akan dilayani dalam program tersebut, hendaknya mencukupi jumlah pemohon sebanyak 50 orang minimal dari lingkungan tempat tinggalnya, atau pun bagi karyawan di perusahaan tempat bekerja.

Sehingga nantinya akan ditindaklanjuti oleh petugas dengan mendatangi lokasi yang telah disepakati, untuk dilakukan penjemputan berkas, setelahnya nanti akan dilakukan temu janji untuk melakukan perekaman di kawasan tempat tinggal atau lokasi pekerjaan pemohon.

Kepala Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai Karimun, Lutfi menyebutkan, Eazy Paspor merupakan program terbaru yang dibuat oleh Imigrasi Tanjungbalai Karimun dimasa pandemi Covid 19.

“Hari ini kita sudah melaksanakan sosialisasi layanan keimigrasian, yang tentunya sangat berguna bagi sponsor atau juga penjamin warga negara asing. Kami juga menyampakan bahwa telah disediakan layanan Eazy Paspor, yang memberikan kemudahan masyarakat untuk membuat paspor,” ucap Lutfi usai menggelar sosialisasi program Eazy Paspor, di Hotel Aston Karimun, Kamis (6/8).

Dikatakan Lutfi, Eazy Paspor merupakan tindak lanjut dari program atau inovasi sebelumnya, atau setelah ada layanan Paspor Simpati.

“Tapi itu tadi, sistimnya kolektif minimal 50 orang pemohon. Dan prosesnya kita mulai dari mekanisme verifikasi data, sampai akhrinya kita tentukan dimana pengambilan foto dan wawancaranya. Setelah prosesnya selesai akan kita beritahu apakah disampaikan langsung kerumah, atau kita kirimkan melalui POS,” tambahnya.

Sedangkan sasaran dari program tersebut adalah komunitas-komunitas yang tidak diragukan kredibel atau jelas. Dengan kata lain bukan asal kumpulkan 50 orang lalu mengajukan pembuatan paspor, dalam hal ini ada klasifikasi tertentu.

Petugas lanjut Lutfi, akan tetap melakukan pemeriksaan dan akan dapat ketahuan jika dibuat modus. Tim di lapangan akan melihat permintaannya dan akan betul-betul selektif, termasuk juga mengecek ke RT dan RW, apakah benar data tersebut merupakan warganya, jangan sampai ada warga gelap yang bukan penduduk setempat.

Mengantisipasi adanya indikasi permohonan bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) illegal yang akan bekerja ke luar negeri seperti Malaysia dan Singapura, Lutfi mengaku tim di lapangan akan dapat mengetahui, tentunya dilakukan penelusuran kepada dinas terkait seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil),

“Dokumen persyaratannya kita periksa termasuk orang atau yang mengajukan permohonan kita introgasi dulu untuk meminta menjelaskan alasannya membuat paspor. Nanti kalau dia bingung jawabnya apa, nah itu salah satu indikasi TKI illegal,” terangnya.

Pada intinya lanjut Lutfi, pelaksanaan dan prosesnya tidak ada perbedan dari yang sebelumnya. Hanya lokasi pengajuannya saja dilakukan pada tempat pemohon.

“Kalau yang sifatnya umum atau perorangan, masih bisa mengajukan secara online melalui aplikasi Apapo,” pungkasnya.

Hadir dalam sosialisasi Eazy Paspor diantaranya beberapa Lurah, Kadisnaker dan Industri Kabupaten Karimun, Ruffindy Alamsjah, Kadinkes Kabupaten Karimun, Rahmadi dan beberapa instansi vertikal.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close