KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Bupati Karimun Mewaspadai Lonjakan Covid di Kampung Halamannya, Tinjau RSUD Tanjungbatu dan Suplayer Oksigen

RADIOAZAM.ID – Kasus positif Covid-19 di Pulau Kundur beberapa hari belakangan terus meningkat, membuat Bupati Karimun Aunur Rafiq semakin khawatir.

Sehingga dia melakukan peninjauan fasilitas pelayanan pasien Covid di kampung halamannya pada Sabtu kemarin (24/7). Dengan mengecek ketersediaan sarana dan prasarana, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjungbatu, khususnya persediaan tabung oksigen.

“Tinjauan ini sebagai antisipasi atas kasus lonjakan pasien positif Covid-19 yang terjadi belakangan ini. Sehingga salah satu upaya yang dilakukan adalah menambah ruang isolasi di beberapa rumah sakit, termasuk juga di RSUD Tanjungbatu,” kata Rafiq.

Kondisi yang terjadi saat ini menurutnya, mengalami peningkatan yang signifikan menyebabkan tempat isolasi hampir penuh.

“Dari hasil tinjauan ini maka diputuskan agar RSUD Tanjungbatu menambah 20 tempat tidur, dengan menggunakan ruang rawat inap. Sedangkan pasien yang akan menggunakan ruang rawat inap dipindahkan ke Puskesmas Tanjungbatu yang berlokasi di Desa Sungai Sebesi Kecamatan Kundur,” ujarnya.

Untuk itu, ruang isolasi di Rumah Sakit Tanjungbatu akan dikhususkan bagi pasien covid-19 yang bergejala. Sedangkan yang tidak bergejala diinapkan di tempat isolasi terpusat Hotel Gembira Tanjungbatu.

Rafiq juga memastikan ketersediaan tabung oksigen, APD hingga obat-obatan untuk penanganan pasien Covid-19 di RSUD Tanjungbatu.

“Hal ini kami lakukan untuk memaksimalkan penanganan dan Covid-19 se Pulau Kundur,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Rafiq melanjutkan peninjauan selaku suplayer oksigen di RSUD Tanjungbatu, tepatnya di Toko Sri Tanjung sebagai sub agen oksigen.

“Tabung oksigen harus ditambah sebanyak 50 persen dari pasokan yang diperuntukkan di RSUD Tanjungbatu,” pinta Rafiq.

Dia berharap, agar masyarakarat dapat menaati aturan yang telah ditetapkan mulai dari disiplin protokol kesehatan dan sebagainya.

“Karena, berapa pun tempat tidur isolasi disiapkan Pemerintah, kalau masyarakat tidak taat protokol kesehatan, tetap akan kekurangan segala sarana dan prasarana kita. Bahkan tenaga kesehatan juga bisa kewalahan,” pungkasnya.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close