KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Bupati Karimun Nilai Bank Riau Kepri Belum Berpihak Kepada UMKM, Program KUR Tak Dapat Dinikmati Pedagang

RADIOAZAM.ID – Bupati Karimun Aunur Rafiq meminta kepada Bank Riau Kepri, agar lebih mengedepankan kepentingan para pedagang kecil yakni Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dalam hal Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang sejauh ini dinilai belum memiliki program tersebut.

Rafiq berharap, agar Bank Riau Kepri dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat. Karena yang dilihat selama ini dari hasil rapat sekitar setahun yang lalu, bahwa penyaluran kredit terhadap UMKM melalui program KUR masih kecil.

“Ini mungkin perlu jadi perhatian dari Direktur Dana dan Jasa Bank Riau Kepri, Bapak M.A Suharoto yang kebetulan hari ini hadir. Kalau kita melihat bahwa yang terbesar untuk penyaluran kredit bagi pedagang atau UMKM adalah, pertama Bank Rakyat Indonesia (BRI), kedua Bank Negara Indonesia (BNI), ketiga Bank Mandiri, dan setelahnya baru Bank Riau Kepri,” ujar Rafiq dalam kegaitan penandatanganan MoU dengan Bank Riau Kepri, di rumah dinas Bupati beberapa hari kemarin.

Dikatakan Rafiq, Bank Riau Kepri melaporkan bahwa mendapatkan prestasi dan penghargaan sampai tingkat nasional sebagai BUMD terbaik. Tentunya diharapkan harus sejalan dengan kebijakan khususnya dalam memberikan kredit bagi UMKM di Kabupaten Karimun.

“Kita harapkan agar ini jadi perhatian, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Karimun, sebagaimana salah satu visi dan misi kami dalam memimpin Kabupaten Karimun, sehingga harus dapat suport dari perbankan, dalam hal ini Bank Riau Kepri,” pinta Rafiq.

Saat ini, ada lebih dari 6000 pelaku UMKM di Kabupaten Karimun, dari jumlah tersebut Rafiq pun tetap melaporkan capaian-capaian yang telah dilakukan dalam rapat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Karimun. Hal itu menjadi salah satu sasaran utama dan merupakan salah satu rencana aksi pemerintah daerah sampai tahun 2026, sehingga melalui perhatian khusus itu diharapkan agar pelaku UMKM dapat mengembangkan sektor usahanya, yang tidak mungkin bisa diberikan pemerintah tanpa peran perbankan.

Uang yang disimpan dalam hal ini para Aprataur Sipil Negara (ASN) dan non ASN, yang sebagian besar nasabah Bank Riau Kepri adalah para pegawai dari Pemkab Karimun serta masyarakat, sehingga pengembaliannya kepada masyarakat harus menjadi perhatian dan pertimbangan, khususnya bantuan-bantuan KUR bagi UMKM.

Rafiq mengaku hal tersebut perlu disampaikan, karena dalam hal ini ada peran pemerintah daerah Kabupaten Karimun, yang menyimpan dananya di Bank Riau Kepri.

“Kita juga berharap bagaimana Bank ini ekspansi kepada para UMKM kita. Hal ini sangat dibtuhkan, apa lagi jadi yang terbaik terhadap layanan dengan 60 unit agen Laku Pandai, yang berada di didesa-desa dan Kecamatan. Mudah-mudahan ini tidak hanya mengumpulkan dana untuk penyimpanan, tapi kreditnya juga perlu,” ungkap Rafiq.

Rafiq menyampaikan, hidupnya sebuah Bank juga turut ditentukan dari besarnya nasabah yang meminjam, bukan dari berapa besarnya jumlah nasabah yang menyimpan.

“Karena kalau simpan itu beban atau modalnya yang disimpan, tapi kalau kredit itu sebenarnya yang dihadapkan, maka dari itu saluran kredit yang kami harapkan kepada pelaku 6000 UMKM, tentunya dengan diberikan kemudahan-kemudahan. Ini perlu kami sampaikan, mudah-mudahan jadi atensi, sehingga kalau semakin besar sentuhan ini, mudah-mudahan Bank Riau Kepri semakin besar juga kedepannya. Masyarakat kecil sangat memerlukan bantuan dan pinjaman-pinjaman yang skala kecil, seperti mulai dari Rp1 juta sampai Rp5 juta,” pungkas Rafiq.

Sementara itu, Direktur Direktur Bidang Dana dan Jasa Bank Riau Kepri, M, A Suharto menanggapi, sebagaimana harapan Bupati Karimun Aunur Rafiq terkait KUR serta pencapaian kredit bagi UMKM, sebenarnya Bank Riau Kepri dapat penghargaan dari sisi KUR, hanya saja mungkin alokasi di Karimun yang masih belum seimbang dengan yang di pusat.

“Untuk itu kami harapkan kepada teman-teman dari cabang Bank Riau Kepri di Karimun bisa mengambil porsi, karena memang sangat diminati KUR itu. Bahkan kami juga ada kerjasama dengan Provinsi Kepri, khusus dana UMKM. Dimana Pemprov akan mensubsidi pembayaran bunga untuk UMKM, bahkan kami juga punya program kredit bagi UMKM, dengan menggunakan diskon, harga yang lebih rendah lagi,” ujar Suharto.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close