KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Bupati Karimun Penuhi Janji Politiknya, Buka Pelatihan Rigger dan Scaffolding Bersertifikasi

Ada 17 Jenis Pelatihan Yang Dilakukan Dalam 1 Tahun

RADIOAZAM.ID – Bupati Karimun Aunur Rafiq menepati janji politiknya, salah satunya adalah menggelar pelatihan ketenagakerjaan berbasis sertifikasi, yang dilaksanakan melalui Dinas Tenagakerja dan Perindustrian Kabupaten Karimun, selama satu minggu, dan telah dibukanya pada Senin pagi (23/5/2022) di Hotel Aston Karimun.

Pelatihan kenetenagakerjaan yang dibuka Aunur Rafiq meliputi rigger dan scaffolding, yang akan berakhir pada Jumat besok (27/5/2022). Dengan menghadirkan PJK3 selaku perusahaan berwenang mengeluarkan sertifikasi.

Dikatakan Rafiq, pelatihan yang digelar diikuti sebanyak 73 peserta. 37 diantaranya rigger dan 36 peserta untuk scaffolding.

“Sudah dianggarkan unutk kegiatan pelatihan tahun 2022 ini, melalui APBD Kabupaten Karimun dengan nilai Rp4 Miliar. Yang akan melatih sebanyak 430 calon tenaga kerja. Dari anggaran segitu akan dibuat sebanyak 17 jenis pelatihan lengkap dengan sertifikasi, khusus untuk pemuda di Kabupaten Karimun secara bertahap dalam satu tahun ini,” ujar Rafiq.

Dalam kesempatan itu Rafiq berpesan kepada para peserta, untk mengikuti kegiatan pelatihan dengan sebaik baiknya serta serius. Sehingga kemampuan atau kualitas dan serfitfikasi yang dimiliki, benar-benar dapat dipergunakan untuk mencari kerja.

Rafiq juga mengucapkan terimakasih kepada para anggota DPRD Kabupaten Karimun, yang telah menyetujui kegiatan tersebut dalam penganggarannya, tentunya sejalan dengan visi dan misinya bersama wakilnya, Anwar Haysim. Yakni berkeadilan dalam peningkatan kualitas SDM, dimana dalam misi tersebut ada terdapat kegiatan atau program pelatihan 3000 tenaga kerja selama lima tahun.

“Ditahun pertama ini kita persiapkan sebanyak 430 peserta, sesuai dengan kemampuan keuangan daerah yang kami bahas bersama-sama di DPRD. Apa yang ktia lakukan hari ini merupakan komitmen bersama, karena saya didukung oleh koalisi partai, pada awal saya menawarkan diri untuk mendapatkan dukungan, ternyata ini sejalan dan akan dikawal besama,” ungkapnya.

Hingga pada akhirnya nanti tahun 2024 sementara jika melihat anggaran, akan dapat dituntaskan sekitar 2000 peserta pelatihan. Namun jika keuangan mencukupi akan mampu mencapai target hingga 3000 orang.

“Dalam mengikuti pelatihan ini, seluruh peserta langsung mendapatkan sertifikasi, makanya kita libatkan langsung PJK3 sebagai pihak yang berhak mengeluarkan sertifikatnya. Sudah saya tanyakan kepada instuktur, mereka bahwa dalam waktu lima hari ini peserta dipastikan mampu. Dengan jawaban seperti itu tadi, maka dipastikan bahwa perusahaan ini kan sudah berkualitas, merkea bisa menjamin menciptakan orang mampu bekerja dengan diberikan pelatihan seperti ini, saya kira tinggal tergantung dari para peserta itu sendiri,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenagakerja dan Perindustrian Kabupaten Karimun, Ruffindy Alamsjah mengatakan, pelatihan tersebut merupakan implementasi dari rencana aksi daerah sebagaimana yang disampaikan Bupati Karimun Aunur Rafiq, bahwa sesuai dengan program Bupati untuk meningkatkan kualitas SDM dalam hal ini tenaga kerja lokal, dengan menggelar pelatihan yang ditargetkan sebanyak 3000 orang selama empat atau limat tahun.

“Shingga mulai hari ini bisa kita laksanakan, dengan menggelar pelatihan selama lima hari. Kemudian pelatihan ini akan terus ada sebanyak 17 jenis kegiatanl, kalau hari ini kita lihat sudah jalan dua jenis.

Pelatihan itu juga menurut Ruffindy, sebagaimana komitmen pemerintah bersama perusahaan yang ada di Kabupaten Karimun, untuk menyerap tenagakerja lokal, dengan presentase 70 persen penduduk tempatan namun harus dibarengi dengan kemampuan skil yang memadai.

Ruffindy juga menjelaskan, jika dilihat dari data yang dimiliki Disnaker Kabupaten Karimun, rata-rata sudah merekrut 80 sampai 85 persen penduduk tempatan, hanya ada satu perusahaan yang memang tidak dapat mencapai target tersebut, yakni PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB), dengan angka 62 persen, dengan alasan kebutuhan skill yang begitu tinggi untuk jenis pekerjaan tertentu, yang memerlukan kemampuan tenaga untuk mengerjakan pesanan klien.

Dalam dua jenis pelatihan tersebut, terdapat 527 orang yang mendaftar, terdiri dari 293 pelatihan rigger dan 234 orang untuk scaffolding.

“Namun dari seleksi berkas administrasi yang dilakukan, didapati 48 orang yang tidak lulus administrasi untuk mengikuti pelatihan rigger, dan untuk scaffolding yang tidak lulus adminstrasi 39 orang. Dari mereka yang tidak lulus ini, boleh mengikuti pelatihan pada kegiatan yang berikutnya. Karena masih ada banyak jenis kegiatan yang sama akan kita laksanakan untuk satu tahun ini,” pungkasnya.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close