KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Bupati Karimun Tinjau Proses Belajar di Kelas Dimasa Pandemi Covid-19

RADIOAZAM.ID – Hari pertema dimulainya belajar tatap muka di kelas, Senin (11/1), Bupati Karimun Aunur Rafiq menegaskan kepada seluruh pihak sekolah yang telah diberi izin menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM), untuk dapat disiplin terhadap protokol kesehatan.

Dalam proses KBM dimasa pandemi Covid-19, hanya enam Kecamatan yang diberikan izin untuk melaksanakan belajar secara tatap muka di kelas, diantaranya Kecamatan Kundur Barat, Kecamatan Kundur Utara, Kecamatan Moro, Kecamatan Durai, Kecamatan Ungar dan Kecamatan Buru.

Tinjauan yang dilakukan Rafiq, untuk memastikan dilaksanakannya penegakan kedisiplinan penerapan protokol kesehatan. Dia pun mendatangi beberapa sekolah yang ada di dua Kecamatan di Pulau Kundur yang merupakan zona hijau, yakni Kecamatan Kundur Utara dan Kecamatan Kundur Barat.

“Saya titipkan seluruh siswa kepada pihak huru, untuk sama-sama menjaga kesehatan mereka. Tentunya dengan disiplin terhadap penerapan protokol kesehatan,” tegas Rafiq.

Dalam peninjauan tersebut, ada lima sekolah yang didatangi Rafiq, diantaranya, SD Negeri 02 Kundur Barat Kecamatan Kundur Barat, Taman Kanak Kanak (TK) Swasta Mutiara Hati, SMP Negeri 1 Kundur Barat, SMP Negeri 1 Kecamatan Kundur Utara dan SD Negeri 02 Kecamatan Kundur Utara.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Riza Kurniati mengatakan, secara umum seluruh sekolah di zona hijau yang diberikan izin melaksanakan proses KBM di kelas, dipastikan menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

“Semua sekolah dilaporkan memenuhi syarat dalam menerapkan protokol kesehatan. Sehingga ketika dilakukan peninjauan secara acak oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq, sekolah yang didatangi dinyatakan telah menjalankan disiplin yang dimaksud,” jelas Riza.

Sebelum datang ke sekolah, seluruh siswa ditegaskan agar menjalankan aturan baru yang dibuat pihak sekolah, yang kaitannya proses KBM secara tatap muka di kelas. Mulai dari wajib cek suhu saat baru tiba di gerbang sekolah, cuci tangan gunakan sabun dan kenakan masker.

Termasuk menjaga jarak tempat duduk para siswa, dengan jumlah murid yang juga dibatasi untuk setiap kelasnya. Seperti TK hanya lima orang, SD 14 orang, dan SMP 16 orang.

“Dua Kecamatan yang masih zona kuning adalah Kecamatan Kundur dan Kecamatan Belat. Dua titik ini masih akan ditinjauk ulang mengenai rencana belajar tatap muka.

Secara keseluruhan, dari enam Kecamatan yang diperbolehkan belajar secara tatap muka di kelas, ada 298 sekolah yang mendapatkan izin untuk melaksanakan tatap muka.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close