KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Dana Transfer Pusat Untuk Kepri Realisasi Tahun 2022 Sebesar Rp14,3 T, Ansar Ahmad Serahkan DIPA dan TKDD

RADIOAZAM.ID – Provinsi Kepri mendapatkan jatah dana transfer dari pemerintah pusat sebesar 14,3 Triliun, untuk realisasi anggaran tahun 2022.

Angka tersebut diperoleh setelah Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), dan Daftar Alokasi Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tahun anggaran 2022, di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Senin (6/12)

Dari 14,3 Triliun itu, terbagi kepada dua jenis diantasranya Rp6.85 Triliun untuk belanja satker Kementerian dan Lembaga, kemudian sisanya Rp7,42 Triliun untuk belanja TKDD oleh Kabupaten dan Kota se Provoinsi Kepri.

“Pengesahan DIPA dapat dimaknai sebagai jaminan dari Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara, bahwa anggaran yang sudah dialokasikan akan terjamin selalu tersedia, dan siap untuk disalurkan sepanjang telah memenuhi ketentuan,” jelas Ansar.

Menurut Ansar, dengan ketersediaan jaminan anggaran tersebut, harus diikuti dengan segera ditetapkannya APBD oleh Pemda, dan segera dilaksanakan oleh segenap satuan kerja pusat serta daerah.

Dikatakan Ansar, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, APBN 2022 agar difokuskan pada enam kebijakan utama. Diantaranya adalah, melanjutkan upaya pengendalian Covid-19 dengan tetap memprioritaskan sektor kesehatan, menjaga keberlanjutan program perlindungan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan, memperkuat agenda peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.

Selanjutnya pembangunan insfrastruktur dan meningkatkan kemampuan adaptasi teknologi, penguatan desentralisasi fiskal untuk peningkatan dan pemerataan kesejahteraan antar daerah, dan terakhir melanjutkan reformasi penganggaran dengan menerapkan zero based budgeting, untuk mendorong agar belanja lebih efisien.

“Alokasi dana APBN untuk Kepri sebesar 14,3 Triliun ini, tentunya menuntut komitmen dan tanggungjawab serta kerja keras, agar dana tersebut dapat digunakan seoptimal mungkin, dan membawa dampak yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kepri,” pesan Ansar.

Selanjutnya kata Ansar, melalui tema kebijakan Fiskal (APBN) tahun 2022 yaitu Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural, maka  mengandung dua unsur penting. Pertama, APBN 2022 diarahkan untuk menuntaskan penanganan pandemi, sekaligus melakukan upaya pemulihan ekonomi secara bertahap, kemudian APBN 2022 juga terus diarahkan untuk mendukung upaya reformasi struktural, dalam rangka mendukung akselerasi pertumbuhan dan menciptakan ekonomi yang kuat.

Dalam kesempatan itu Ansar juga berpesan kepada seluruh Bupati dan Walikota, serta seluruh pimpinan satuan kerja Kementerian dan Lembaga sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, agar menggunakan alokasi TKDD tahun 2022 dengan baik.

“Sehingga dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, setelah DIPA dan alokasi TKDD yang diterima, agar dapat memulai proses pengadaan barang dan jasa, sehingga pada triwulan pertama diharapkan sudah ada realisasi belanja,” harapnya.

Menurutnya, percepatan eksekusi belanja agar dapat memberi multiplyer effect, sehingga kegiatan merata sepanjang tahun, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah dan tidak menumpuk pada akhir tahun. Kemudian anggaran tidak boleh pula menumpuk di perbankan.

“Optimalkan Dana Desa untuk mendukung pemulihan ekonomi dan percepatan penanganan kemiskinan, termasuk Program BLT Desa dan program prioritas lainnya tetap dilanjutkan, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close