KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Desa Keban Kecamatan Moro Jadi Pilot Project Bank Riau Kepri, Dalam Penggunaan CMS

Komisi II DPRD Karimun Minta Semua Desa Harus Berinovasi

RADIOAZAM.ID- Desa Keban Kecamatan Moro menjadi pilot project bagi Bank Riau Kepri Cabang Tanjungbalai Karimun, dalam penggunaan layanan cash management system’ (CMS), dan penetapan agen Laku Pandai BUMDes Desa Keban.

Hal itu ditanandai dengan penandatanganan kerjasama, antara Kepala Cabang Bank Riau Kepri Tanjungbalai Karimun, Wan Abdul Rahman dengan Kades Keban Kecamatan Moro, Taufik Yusuf, di Balai Desa Keban, Sabtu (19/12).

“Saya melihat Desa Keban sangat antusias untuk pertumbuhan ekonomi. Maka kami hadir disini mungkin pertama kalinya perbankan ada di wilayah desa ini. Tujuan kami adalah untuk pertumbuhan ekonomi, dalam artian bagaimana mengembangkan potensi daerah,” jelas Wan.

Dikatakannya, Karimun adalah pintu gerbang yang dihadapkan dengan dua negara asean, Malaysia dan Singapura yang lebih sedikit maju dibandingkan Indonersia. Sehingga potensi ini sangat besar sementara belum dimaksimalkan.

“Melalui kerjasama yang kita lakukan, paling tidak pihak desa tidak perlu lagi datang ke Karimun, hanya untuk melakuian proses pencairan keuangan dan penggajian. Dengan kata lain, aparat desa saat ini tidak perlu lagi datang ke Karimun, karena pencairan dana desa hanya tinggal mengentri dan memposting saja ke rekening Desa,” jelasnya.

Jika harus ke Karimun, maka akan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, kemudian uang berputar ditempat lain dan bukan di Desa. Sehingga Bank Riau Kepri hadir untuk menyiapkan agen bagi masyarakat, agar tidak perlu lagi keluar pulau untuk proses pencairan dana.

Sementara, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani yang turut hadir dalam kerjasama tersebut mengatakan, saat ini pemerintah daerah memberikan kewenangan kepada Desa, yang hampir mirip dengan kewenangan yang dilakukan oleh pemerintahan Kabupaten atau Kota.

“Sebagaimana kewenangan dalam hal pengelolaan APBDes yang diatur dalam peraturan Desa. Kewenangan ini membuat Kepala Desa sudah seperti Bupati kecil, yang tentunya harus dibarengi dengan SDM unggul, perangkat Desa mulai dari Kepala Desa sampai dengan unsur pendukung dibawahnya. Maka dari itu Desa memang harus membuat inovasi-inovasi pelayanan. Sehingga tujuan Desa untuk menciptakan target pendapatan demi kesejahteraan masyarakat dapat terwujud,” ujarnya.

Sebagai mitra Komisi II DPRD Kabupaten Karimun, semua Desa sangat diharapkan agar dalam urusan pengeloaan keuangan dapat dilakukan melalui kerjasama, dengan lembaga keuangan dan harus lebih diperkuat melalui payung hukum peraturan Desa.

“Melalui kerjasama yang dijalin ini, kami berharap agar pengelolaan Dana Desa dilakukan secara non tunai, sebagaimana rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Masyarakat Desa jangan khawatir, tujuan dari kerjasama ini tak lain adalah agar pencapaian masyarakat sejahtera agar bisa lebih cepat teralisasi,” jelas Nyimas Novi.

Kepala Desa Keban, Taufiq Yusuf menambahkan, kerjasama dengan Bank Riau Kepri memang sangat diharapkan demi membantu masyarakat di Desa Keban, termasuk juga agar dapat memberikan pendampingan bagi Bumdes dalam hal administrasi.

“Untk program Lakupandai ini banyak sekali kelompok-kelompok usaha atau UMKM dari masyarakat, belum lagi kelompok pertanian dan kelompok nelayan. Sehingga diharapkan agar nantinya Bank Riau Kepri dapat memfasilitasi masyarakat dalam keperluan simpan pinjam. Bahkan nanti kami akan memprogramkan investasi, tentunya tidak terlepas dari pembinaan pihak bank,” ujarnya.

Adapun potensi nasabah yang ada di Desa Keban terdapa lebih dari 20 UMKM atau industri rumahan, kemudian anak sekolah, 21 kelompok nelayan, tiga kelompok tani dan satu kelompok tani wanita.

Kerjasama tersebut memang dirasa perlu, karena cukup banyak potensi yang bisa dikembangkan dan saat ini sudah ada yang berjalan, melalui BUMDes. Mulai dari pengembangan beberapa bidang seperti perikanan, pertanian, peternakan termasuk agro wisata.

“Kalau BUMDes yang sudah jalan saat ini agen Gas LPG, Minyak, perkreditan usaha masyarakt, material bangunan. Kalau yang masih dalam perencanaan adalah pengolahan pertanian, peternakan, perikanan dan agrowisata,” ungkapnya.

Dana Desa yang dimiliki Desa Keban saat ini mencapai Rp3,4 Miliar ditahun 2020 dan angka tersebut juga masih sama untuk tahun 2021 mendatang.

Turut hadir dalam penandatanganan kerjasama tersebut anggota Komisi II DPRD Kabupaten Karimun, Tahir dan masyarakat setempat.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close