KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Desa Tertinggal di Kabupaten Karimun Berkurang Dua, Tiga Desa Tertinggal Kini Berada di Kecamatan Moro

RADIOAZAM.ID – Desa tertinggal di Kabupaten Karimun kini sudah berkurang, jika sebelumnya pemerintah pusat menyebutkan ada lima Desa kategori tertinggal di Kabupaten Karimun, kini tinggal tiga desa yang kesemuanya berada di Kecamatan Moro.

Informasi tersebut diperoleh saat digelarnya rapat kerja (raker) pendamping desa se Kabupaten Karimun, di Balai Desa Pongkar Kecamatan Tebing, Rabu (30/6).

“Ini Pekerjaan Rumah (PR) para pendamping desa di tiga desa Kecamatan Moro, yang masih berstatus Desa Tertinggal. Bagaimana status atau kategori ini bisa berubah sebagaimana dua desa sebelumnya berstatus yang sama dan kini sudah berubah jadi desa berkembang,” ujar Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani saat memberikan motivasi dalam raker bersama pendamping desa se Kabupaten Karimun.

Untuk itu, Nyimas Novi Ujiani mengaku akan mengunjungi desa-desa dengan mengumpulkan para perangkatnya. Dalam agenda Komisi II membelai desa di semua Daerah Pemilihan (Dapil), sebagaimana yang telah dilakukannya bersama para anggota Komisi II DPRD Kabupaten Karimun di Dapil I, yang di pusatkan di Pulau Parit Desa Parit Kecamatan Selat Gelam beberapa bulan kemarin.

“Nanti akan bergiliran sesuai urutan Dapil nya. Meskipun saya berada di Dapil IV tapi saya akan mendatangi secara berurutan. Tujuannya adalah memecahkan masalah yang terjadi di semua desa, mencari solusi bersama-sama agar tidak ada lagi desa tertinggal, dan harus menjadi desa berkembang kemudian naik status menjadi desa maju,” harap Nyimas Novi.

Lima desa tertinggal pada tahun 2020 lalu menurut pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi antara lain, empat desa berada di Kecamatan Moro yakni Desa Sugie, Desa Tanjung Pelanduk, Desa Rawa Jaya dan Desa Buluh Patah. Serta satu desa di Kecamatan Durai yakni Desa Sanglar. Namun dua Desa kemudian sudah berangsur maju dan berubah status menjadi desa berkembang, yakni Desa Sugi Kecamatan Moro dan Desa Sanglar Kecamatan Durai.

Dengan demikian, tiga desa lagi masih berstatus tertinggal, yakni Desa Rawa Jaya, Desa Buluh Patah dan Desa Tanjung Pelanduk. Yang kesemuanya berada di wilayah Kecamatan Moro.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (PLt) Kabid Pemberdayaan Ekonomi Masyaraka dan Sumber Daya Alam (SDA) Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Karimun, Yelfi Indra mengatakan, rakor yang digelar merupakan intern dari para pendamping desa, dalam menyamakan presepsi untuk meneruskan tugas mereka di masing-masigg desa yang ada di Kabupaten Karimun.

“Tujuan dari rakor ini adalah untuk menyukseskan program kerja yang sudah ada. Dengan menyatukan presespsi terhadap ketentuan payung hukum yang baru, contohnya seperti Peraturan Pemerintah (PP) nomor 11 tahun 2021, tentang Bumdes,” jelas Yelfi.

Menurut Yelfi, kegiatan tersebut merupakan rutinitas setiap tahunnya, dengan hasil yang diharapkan adalah para pendampig desa dan pendamping lokal desa, terhadap pemerintah desa ditempat mereka bekerja.

“Harapan kami agar pembangunan berjalan sesuai dengan aturan yang telah ditentukan oleh pemerintah,” harap Yelfi.

Pejabat Sementara (PJs) Desa Pongkar, Sepsusiyeno menambahkan, para pendamping desa yang ada tentunya sangat dirasakan manfaat kehadirannya. Karena Desa akan bergantung dengan pendamping desa.

“Karena setiap ada kendala, maka yang kami temui adalah pendamping desa. Baik itu kendala regulasi maupun kendala di lapangan. Oleh karena itu kami tidak pernah meninggalkan pendamping desa,” jelas Sepsusiyeno.

Seperti contoh, mengenai Bantuan Langsung Tunai (BLT) tentang ketentuan kriteria penerima, jika melanggar aturan maka kami melawan hukum. Untuk menghindari agar tidak terjadi pelanggaran, maka kami libatkan pendamping desa, apakah melanggar hukum atau tidak.

Turut serta dalam kegiatan tersebut, sebanyak 39 orang pendamping desa dan pendamping lokal desa se Kabupaten Karimun.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close