KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

DPRD Karimun Panggil Manageman PLN dan PLTU, Listrik Baru Bisa Normal Pada 28 Mei Mendatang

RADIOAZAM.ID – DPRD Kabupaten Karimun memanggil manageman PLN berikut dengan PLTU, untuk membahas kondisi krisis listrik di Kabupaten Karimun, yang digelar di Ruang Banmus DPRD Kabupaten Karimun, Rabu (18/5/2022).

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Karimun, Ady Hermawan mengatakan, dari hasil hearing tersebut diharapkan agar listrik kembali normal beroperasi.

Dikatakan Ady, didapati informasi bahwa aliran listrik di Karimun terbagi dua, yakni PLTU memiliki daya dua kali 5,5 Mega Watt (MW), sehingga total semua ada 11 MW. Namun saat ini terjadi kerusakan mesin pada unit II, sehingga yang beroperasi cuma 4,5 MW.

“Dengan demikian ada kekurangan. Sehingga mesiun PLTU pada unit II baru akan kembali normal pada 28 Mei. Tapi, dalam pengoperasiannya nanti, hanya bisa 4,5 MW, artinya masih ada kekurangan 1,5 MW lagi, dan itu baru bisa dinormalkan pada 15 Juni dengan mendatangkan empat mesin, yang kekuatannya total ada 3,6 MW. Sehingga kekurangan daya yang masih terjadi, akan tetap terjadi pemadaman, namun yang jadi prioritas adalah perhotelan,” ungkap Ady.

Dikatakan, jika dilihat kemampuan daya secara menyeluruh 30,6 MW, sedangkan kebutuhan semuanya 30,2 MW.

Sedangkan jika dilihat dari kebutuhan dan daya mampu PLN maupun PLTU, semuanya dalam kondisi pas-pasan. Sementara di Karimun terbagi dalam tiga zona, yakni zona I untuk PT Somadaya (perusahaan listrik swasta yang berdiri di Pantai Pelawan), zona II milik Karimun Power Plant (KPP) yang berdiri di simpang Pelabuhan Roro Sungai Raya Kecamatan Meral, dan zona I milik PLN.

Untuk zona I, Ady mengaku masih banyak yang belum dapat aliran listrik. Begitupun di zona II, KPP menyampaikan pada saat rapat 2 November 2021 silam, bahwa KPP ingin menggelar MoU dengan PLN, agar pemukiman di zona II dapat mengaliri listrik masyarakat, sedangkan daya yang diperkirakan akan dimiliki KPP hanya berkisar 3300 watt dan itupun jika sudah akan beroperasi.

“Dalam kesimpulan terakhir, bahwa masalah konsistensi pemadaman kita minta PLN agar lamanya pemadaman disesuaikan dengan jadwal. Jika misalnya tiga jam mati, ya laksanakan sesuai jamnya. Kalaupun ada interval waktu jangan terlalu lama, yang awal nya satu jam tadi kita minta diganti jadi sekitar 30 menit maksimal, itu disetujui oleh PLN. Ini harus kita kontrol semuanya,” kata Ady.

Sementara itu, Manager UPL PLN Tanjungbalai Karimun, Hendrico mengatakan, dalam melakukan pemadaman bukan keinginan pihak PLN atau bukan atas kesengajaan tanpa sebab. Pemadaman dilakukan agar tetap masih ada yang menyala, atau dengan pilihan bahwa akan mati total.

“Daya sebenarnya saat dalam kondisi mesin hidup semua sebesar 30,6 MW. Kebutuhan masyarakat itu total 30,4 MW. Kondisi ini juga terjadi karena tidak ada cadangan sama sekali ketika terjadi kerusakan atau ketika mesin PLTD akan melakukan ganti oli,” ungkap Hendrico.

Dia menjelaskan estimasi pemakaian daya pada dini hari hanya sebesar 22 MW, kemudian pada siang hari berkisar 27 sampai 28 MW. Beban daya yang paling besar terjadi pada saat mulai waktu magrib hingga pukul 24.00 WIB, mencapai 30 MW lebih.

Manager PLTU, Edly menambahkan, pihaknya saat ini masih melakukan perbaikan pada mesin PLTU yang rusak. Bahkan sudah dilakukan uji coba namun masih mengalami beberapa kendala teknis.

“Sudah kita coba running operasi pada tanggal 17 Mei dinihari kemarin. Namun selama 12 jam beroperasi dalam uji coba, ternyata masih ada kendala, vibrasi atau getarannya masih sangat tinggi. Sehingga kita stop dulu dan dilakukan pengaturan ulang,” ujad Edly.

Meski sudah dilakukan penyetingan ulang, namun Edlu mengaku masih menemukan kendala yang sama setelah kembali dinyalakan selama 12 jam, vibrasinya terus tinggi sehingga masih terus dilakukan pengaturan ulang.

“Mudah-mudahan cepat teratasi dan kita bisa kembali beroperasi. Kita sudah melakukan dua kali uji coba namun tetap saja ada permasalahan. Sehingga untuk estimasi lama pemeliharaan unit yang diperbaiki ini, kami kembalikan ke estimasi awal, yakni selama 25 hari terhitung sejak tanggal 3 Mei 2022, atau akan kembali beroperasi pada 28 Mei ini. Mohon doanya, karena kami juga sedang berusaha,” pungkas Edly.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close