KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

DPRD Karimun Sebut BUP Merugi Hingga Rp1,7 M dan Tak Capai Target Pendapatan

RADIOAZAM.ID – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karimun, Ady Hermawan menemukan adanya kerugian Badan Usaha Kepelabuhanan (BUP) milik Pemkab Karimun, senilai Rp1,7 Miliar.

“Dari laporan keuangan BUP tahun 2020, itu justru kita malah merugi sampai Rp1,7 Miliar,” ujar Ady saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) lintas komisi dalam hal ini bersama Komisi II DPRD Kabupaten Karimun, ke BUP di Parit Rampak Kelurahan Sungai Raya Kecamatan Meral, Selasa (3/8).

Tidak hanya itu, target pendapatan dari kepala daerah yang diberikan kepada BUP senilai Rp3 Miliar juga tidak terealisasi.

“Jangankan Rp3 Miliar, Rp100 juta saja tidak bisa tercapai, malah nol rupiah. Jelas terganggu kan, belanja kami juga terganggu, padahal kami sudah setujui target pencapaian itu,” tambah Ady.

Bahkan menurut Ady, dari empat aset dan kekayaan milik daerah, dalam hal ini Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hanya mampu menyetor ke PAD sebesar Rp4,8 Miliar.

“Dan itu pun baru Bank Riau Kepri yang mampu mencapai target, selain itu belum ada (PDAM, BUP dan Perusda),” katanya lagi.

Ady menargetkan agar BUP segera memperbaiki semua persoalan yang jadi temuan DPRD Kabupaten Karimun.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani menambahkan, dalam sidak tersebut DPRD juga menyoroti investasi pihak ketiga, serta keluhan masayrakat.

“Dalam hal ini BUP yang mengurusi kepelabuhanan harus lebih baik, termasuk juga kerjasama dengan investor harus lebih baik lagi,” ungkapnya.

Selesai sidak tersebut, Komisi II yang dipimpin Nyimas Novi akan terus mengawasi kinerja BUP.

“Dalam hal ini Komisi II DPRD Kabupaten Karimun akan melakukan pengawasan secara marathon. Kami pelototin setiap kerja BUP, mulai dari keuangan termasuk juga operasionalnya,” tegas Nyimas Novi.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close