KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Dua Wanita Tersangka Penipuan Lowongan Kerja PT Saipem Ditangkap Polisi, Effendi dan Anaknya Masih DPO

RADIOAZAM.ID – Setelah menangkap dua orang wanita dalam kasus lowongan kerja palsu PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB), dan telah ditetapkan sebagai tersangka karena merugikan 260 orang yang merasa tertipu, kini seorang dalang bernama Effendi (berita sebelumnya disebut Asep Supendi) dalam kasus tersebut ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Ditetapkannya Effendi sang dalang utama pada kasus penipuan lowongan kerja PT Saipem, atas pengembangan yang dilakukan oleh Polres Karimun dan telah menangkap dua wanita sebagai tersangka bernama N dan S.

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Arsyad Riyandi mengatakan, setelah menangkap N dan S, kemudian dilakukan pengembangan sehingga didapati lagi dua orang aktor utama dalam penimpuan lowongan kerja PT.Saipem, bernama Effendi, serta seorang anak buahnya bernama Asep yang juga ditetapkan sebagai DPO.

“Pelaku utama dalam penipuan lowongan kerja PT Saipem adalah Efendi, dan satu orang lagi bernama Asep anak buah dari Efendi. Keduanya sudah masuk dalam DPO,” ujar Arsyad dalam keterangan resminya di Mapolres Karimun, Rabu sore (19/1/2022).

Peran utama Effendi adalah meyakinkan calon korban dengan segala macam bujuk rayu, sehingga para korban merasa yakin.

“Dari pengembangan yang dilakukan dan keterangan terhadap dua orang tersangka ini, memang mengarah ke Efendi. Dia lah yang mengaku memiliki akses ke perusahaan PT.Saipem dengan melakukan bujuk rayu kepada korban, bahwa bisa memasukkan orang bekerja di perusahaan PT Saipem,” ujar Arsyad.

Saat ini Polres Karimun masih terus menindaklanjuti kasus penipuan lowongan kerja PT Saipem.

Hanya saja, dalam menangani kasus tersebut cuma 32 orang korban yang dinilai bersedia diminatai keterangan, dari total keseluruhan sebanyak 260 orang yang mengaku ditipu, padahal seluruh korban tersebut telah dilayangkan surat pemanggilan untuk dimintai keterangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan korban penipuan lowongan kerja untuk ditempatkan di PT Saipem Indonesia Karimun Branch (PT.SIKB) melapor ke Polres Karimun, Selasa (7/12/2021), didampingi organisasi Persatuan Pemuda Meral (PAMERAL).

Ada 260 orang yang tertipu dengan iming-iming bekerja di PT Saipem, dan harus membayar sejumlah uang Rp1.600.000, lalu dijanjikan sudah mulai bekerja pada 6 Desember 2021. Namun tak kunjung ada kejelasan sehingga para korban membuat laporan polisi (LP).

Dari total jumlah korban dikalikan jumlah uang yang harus diberikan, maka pelaku berhasil meraup keuntungan sebesar Rp460.000.000.

Laporan dugaan penipuan tersebut, kemudian ditandatangani oleh perwakilan korban bernama Reno dan Erwan di Mapolres Karimun, dengan menyertakan barang bukti berupa kwitansi pembayaran kepada pelaku.

Koordinator Bidang Hukum PAMERAL, Wahyu Prasetyo saat mendampingi laporan korban di Mapolres Karimun mengatakan, laporan yang dibuat terkait penipuan lowongan kerja dengan iming-iming uang sebesar Rp1.600.000.

“Terduga pelaku atas nama Asep dan Supendi yang saat ini sudah kabur. Korbannya sebanyak 260 orang,” ujar Wahyu.

Menurut Wahyu, pelaku tak sendiri, dia dibantu oleh dua orang wanita bernama Nety dan Siti sebagai perpanjangan tangan pelaku utama. Saat menjalankan aksinya, kedua wanita tersebut pun kembali meminta kepada korban sejumlah uang sebesar Rp200 ribu, sebagai uang lelah.

“Per orang diminta uang sebesar Rp1,6 Juta, ditambah dengan pihak informan yang juga informan meminta uang lelah sebesar Rp200 ribu. Bukti perjanjian tertulisnya cuma kwitansi saja, saat ini sudah dipegang Polres Karimun,” tambah Wahyu.

Dari tanggal yang dijanjikan, bahwa akan dipekerjakan pada 6 Desember 2021, namun hingga Selasa 7 Desember 2021, belum ada satu orang pun yang dipanggil bekerja.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close