KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Dunia Pendidikan di Kabupaten Karimun Tercoreng, Kadisdik Karimun Mengaku Kecewa dan Mengecam Perbuatan Guru Cabul di Kundur

RADIOAZAM.ID – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Sugianto mengaku kecewa dan mengecam perbuatan tak senonoh seorang guru di Kundur, karena mencabuli belasan muridnya di lingkungan sekolah.

“Kami Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun sangat kecewa, dan mengecam perbuatan pelaku yang merupakan seorang guru namun melakukan tindakan asusila, bahkan tega mencabuli muridnya sendiri,” ujar Sugianto, Kamis (4/8/2022).

Perbuatan K (47) yang merupakan seorang guru di Kundur, dinilai Sugianto tidak menunjukkan prilaku seorang tenaga pengajar yang bermoral.

Dikatakan Sugianto, sebelum ditangani kepolisian, kasus tersebut telah lebih dulu dilakukan mediasi dengan orang tua korban, bersama pelaku dan sekolah, agar tidak terulang kembali kasus serupa, yang mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Karimun.

Menurutnya pula, sekolah manapun dan jenjang apapun agar para guru harus betul-betul menaati kode etik. Agar menjadi pendidik pengajad dan pembimbing yang memberikan ilmu terbaik, demi masa depan anak-anak.

“Selama ini kami dari Diasdik Kabupaten Karimun terus memantau proses belajar mengajar di masing-masing sekolah, melalui pengawas koordinator wilayah di setiap Kecamatan. Sehingga setiap kasus maupun prestasi yang ada pada setiap sekolah akan cepat terpantau,” katanya.

Seperti dibertitakan sebelumnya, Seorang guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kundur ditangkap Polisi, karena mencabuli belasan muridnya.

Penangkapan terhadap tersangka bernama K (47) itu, berdasarkan laporan polisi tertanggal 13 Juli 2022 kemarin, sehingga diamankan atas kasus pencabulan anak dibawah umur.

Perbuatan cabul yang dilakukan guru dari Kundur itu sudah terjadi sejak tahun 2018 silam, dan baru terungkap sehingga ditangkap Satreskrim Polres Karimun.

Rata-rata korban pencabulan dari perbuatan K merupakan siswa laki-laki, yang berusia 12 tahun dan aksi bejatnya dilakukan disela jam pelajaran masih berlangsung.

Guru tersebut menjanjikan akan memberikan akan memberikan nilai tinggi, serta memberikan uang sejumlah Rp30.000 serta diberi baju.

Kapolres Karimun, AKBP Tony Pantano menyebutkan, jumlah korban mencapai 11 orang, namun yang bersedia dimintai keterangan hanya lima orang.

“Modus yang dilakukan oleh tersangka adalah, mengiming-imingi nilai tinggi terhadap para korban, kemudian makan mie ayam. Serta korbannya ada yang diberikan uang Rp30.000 dan memberikan baju kemeja,” ungkap Tony saat memberikan keterangan resmi di Mapolres Karimun, Rabu (3/8/2022).

Guru tersebut mencabuli siswanya di ruangan Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Perbuatan tak senonoh itu terbongkar setelah salah seorang siswa yang menjadi korban, menceritakan perlakuan yang telah dialami kepada seorang guru, lalu guru tersebut memebritahukan kepada orang tua korban, yang dilanjutkan dengan laporan ke Polisi.

“Korban yang dibawa ke ruang UKS, dengan alasan akan melakukan terapi,” terang Tony.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close