Breaking News

Festival Raja Ali Haji Digelar, Sempat Terhenti 28 Tahun Lamanya

0 0

RADIOAZAM.ID – Festival Raja Ali Haji (RAH) kembali diselenggarakan selama tiga hari tiga malam, yang berlangsung sejak Jumat (5/7/2024), di Kawasan Balai Adat Penyengat-Tanjungpinang.

Festival RAH sempat terhenti selama 28 tahun, namun kini kembali dilaksanakan dalam bentuk berbagai acara menarik yang disajikan, dengan tujuan memperkuat identitas budaya Melayu, dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Provinsi Kepri.

Adapun berbagai acara yang dilaksanakan selama Festival RAH berlangsung diantaranya adalah, seperti alih wahana Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji dalam format tari, pentas musik bersama Dermaga Musica dan Staman Penyengat, serta pameran buku dan naskah klasik, dan banyak lagi acara lainnya.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Kepri, T.S Arif Fadillah dalam membuka kegiatan tersebut mengatakan, pentingnya peran budaya dalam pembangunan daerah, karena Provinsi Kepri sebagai salah satu daerah di Indonesia, yang memiliki kekayaan budaya Melayu, terwujudnya Kepri yang Makmur, berdaya saing dan berbudaya, serta mengemban misi mengembangkan dan melestarikan budaya Melayu dan budaya nasional, dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Kebudayaan Melayu memiliki ciri khas dan perbedaan dengan budaya-budaya lain di Indonesia. Sehingga ini dapat dijadikan sebagai suatu cita-cita, dalam melestarikan dan menunjukkan jati diri daerah, yang kemudian menjadi bagian kekayaan budaya Indonesia,” ujar Arif Fadillah.

Menurutnya, Kepri memiliki banyak warisan budaya, mulai dari tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, hingga permainan rakyat dan olahraga tradisional.

“Dengan begitu banyaknya warisan budaya di Kepri sebagai objek pemajuan budaya, semuanya ada disini di pulau kecil ini Pulau Penyengat Indera Sakti. Itu semua harus kita jaga dan lestarikan bersama-sama,” katanya.

Dikatakannya pula, pentingnya melestarikan warisan budaya tersebut, melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Salah satu bentuk pelestarian yang dimaksud adalah mengadakan event, festival dan berbagai macam bentuk kegiatan, dengan melibatkan peserta didik dan masyarakat dari berbagai kalangan.

Dia berharap, Festival Raja Ali Haji dapat menginspirasi generasi muda, untuk terus melestarikan budaya. Sehingga hal ini tetap berkesinambungan dan ada generasi penerus yang tumbuh, dengan suasana budaya dan pelestarian yang kuat di masa akan datang.

“Disamping itu warisan budaya di Indonesia dan di Kepri khususnya, dapat terus bertahan dan berkembang tidak putus di satu generasi saat ini saja,” harapnya.

Arif Fadillah menyebutkan, Festival Raja Ali Haji hendaknya dapat menggugah semangat generasi muda, untuk mengambil tongkat estafet dalam melestarikan budaya Indonesia, khususnya budaya Melayu Kepri.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kepri Juramadi Esram mengatakan, melalui festival RAH diharapkan agar semangat generasi muda untuk melestarikan budaya Indonesia, khususnya budaya Melayu Kepri semakin tumbuh.

“Festival ini juga diharapkan dapat menjadi tonggak penting, dalam menjaga kelangsungan warisan budaya, ada agar tidak putus di satu generasi saja. Dengan demikian, semoga Festival Raja Ali Haji dapat terus diselenggarakan di masa mendatang, dan menjadi bagian dari upaya bersama, dalam memajukan dan melestarikan kebudayaan di Provinsi Kepri,” ujarnya.

Dia juga berharap, agar festival itu tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi momen penting untuk mengenang dan menghargai warisan budaya serta literatur, yang ditinggalkan oleh Raja Ali Haji.(agn)

About Post Author

agn

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *