KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Gadis 16 Tahun Asal Tanjungbatu Dibawa Kabur dan Disetubuhi di Gerobak Sekitar Puakang

Baru Sebulan Kenal Dari Facebook

RADIOAZAM.ID – Dinyatakan hilang sejak 17 Mei kemarin, ASA gadis belia 16 tahun asal Tanjungbatu, ternyata dibawa lari oleh seorang pemuda Sungai Lakam Timur Kecamatan Karimun.

Saat dibawa lari beberapa hari oleh pelaku bernama Dedi Indrawan (19), korban sudah disetubuhi sebanyak tiga kali, dan perbuatan tersebut pertama kali dilakukan di sebuah gerobak sekitar Puakang Kelurahan Sungai Lakam Timur Kecamatan Karimun, tepatnya pada 19 Mei sekira pukul 02.00 WIB dini hari.

Tiga hari tak juga pulang, tepatnya pada 20 Mei ibu korban kemudian membuat laporan polisi atas hilangnya sang buah hati. Kemudian ditindaklanjuti oleh pihak Polres Karimun.

Tim Bison Polres Karimun kemudian menemukan pelaku sedang bersama korban saat berada di Jalan Nusantara pada 23 Mei, dan digiring menuju Polres Karimun sekitar pukul 15.00 WIB.

“Dari hasil interogasi tersebut diketahui aksi bejatnya, telah menggagahi korban sebanyak tiga kali,” kata Wakapolres Karimun, Kompol Isa Imam Syahroni saat ekspose di Mapolres Karimun, Senin sore (31/5).

Mengetahi putrinya telah disetubuhi, sang ibu korban kemudian kembali membuat laporan polisi atas perbuatan hubungan suami istri itu.

Imam Syahroni menambahkan, antara korban dengan pelaku tidak sedang menjalin hubungan. Keduanya baru kenal sekitar satu bulan yang lalu melalui media sosial facebook.

Kemudian pelaku mengiming-imingi korban dan mengajak bertemu, setelah berdua lalu pelaku berjanji akan menikahinya dan terjadi perbuatan layaknya suami istri itu pertama kali di sebuah gerobak kawasan Puakang Kecamatan Karimun.

Saat dibawa kabur, antara korban dengan keluarga tidak ada permasalahan yang terjadi. Kini warga yang berdomisili di Gang Gembira Kelurahan Tanjungbatu Kota Kecatan Kundur itu, tetap dalam pengawasan kepolisian untuk dilakukan pendampingan.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Dedi Indrawan dikenakan pasal 81 ayat 2 undang-undang nomor 17 tahun 2016, tentang penetapan pertauran pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Pelaku dikenakan hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun dan denda Rp5 Miliar.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close