KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Gubernur Kepri Akui Sedang Lakukan Pembenahan, Rancang Program Strategis Sejalan Dengan Misi Dalam RPJMD

RADIOAZAM.ID – Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, saat ini Provinsi Kepri sedang berbenah dan banyak program strategis yang sudah dirancang. Sehingga untuk realisasinya memang membutuhkan waktu yang lama dan tidak tidak cukup satu atau dua tahun.

Hal tersebut disampaikan Ansar saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Karimun, pada Selasa kemarin (20/9/2022).

“Oleh karena itu kita akan terus melakukan pembenahan di Provinsi Kepri. Maka ditetapkanlah visi besar didalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kita, yaitu mewujudkan Kepri yang sejahtera berdaya saing dan berbudaya. Sehingga ada beberapa misi yang sudah kita tuangkan,” ujar Ansar.

Beberapa misi yang dimaksud adalah, percepatan peningkatan pertumbuhan ekonomi berbasis maritim, berwawasan lingkungan dan unggulan wilayah, untuk peningkatan kemakmuran masyarakat.

Ansar juga mengaku selalu menekankan kepada seluruh OPD untuk melaksanakan strategi pembangunan, dengan menggunakan strategi ganda. Dengan alasan Provinsi Kepri memiliki posisi strategis, kedua memiliki kekuatan sektor unggulan mulai dari geografis dan sebagainya, selanjutnya memperkuat pembangunan di segala bidang untuk meningkatkan daya saing itu.

Provinsi Kepri lanjut Ansar, merupakan salah satu dari empat jalur perdagangan dan perhubungan penting di Indonersia. Pertama Selat Sunda, kemudian Selat Makasar, Selat Lombok, dan keempat di Kepri ada Selat Malaka.

“Kita dilalui oleh alur laut kepulauan Indonesia, tapi sayangnya kedaulatan maritim kita masih banyak dimanfaatkan oleh singapura dan johor malaysia. Maka kita terus berkolaborasi dengan pemerintah pusat, problem kita di daerah adalah tangan kita pendek, karena kwewenangan kita memang masih sangat terbatas,” ungkapnya.

Seperti misalnya potensi labuh jangkar, bisnis logistik laut yang lainnya, hal tersebut masih terus diupayakan agar Provinsi Kepri bisa mengambil alih. Sebagaimana undang-undang 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, yang mengamanatkan kewenangan di laut sampai 12 Mill, sehingga hal itu akan terus diperjuangkan dengan cara kompromistis yang baik dengan pemerintah pusat.

“Kita akan bisa maju ketika keunggulan maritim ini yang kita optimalkan. Bagaimana membangun kemakmuran dan kedaulatan maritim yang kita miliki, masih banyak PR kita,” terang Ansar lagi.

Misi berikutnya kata Ansar, melaksanakan tata kelola pemerintahan yang bersih, terbuka dan berorientasi pada pelayanan. Hal itu pula lah yang ditegaskannya ke semua Pemerintah Kabupaten dan Kota, termasuk instansi vertical, untuk terus mengevaluasi kinerja pemerintah daerah dari semua aspek.

Kemudian, mewujudkan SDM yang berkualitas, sehat dan berdaya saing, dengan berbasiskan iman dan taqwa. mengembangkan dan melestarikan budaya Melayu, mempercepat pembangunan infrastruktur antar pulau, guna mengintegrasikan percepatan pembangunan di kawasan pesisir. Dengan mendorong berbagai pembangunan infrastrutkur, sarana konektifitas dan sarana komunikasi.

“Dapat saya sampaikan bahwa dalam dua tahun ini kita dapat 77 tower, yang diprioritaskan untuk kawasan perbatasan, termasduk juga beberapa diantaranya ditempatkan di Kabupaten Karimun. Mudah-mudahan itu bisa menjamin program pengembangan digitalisasi di daerah. Karena kawasan-kawasan blank spot dari waktu kewaktu akan kita kurangi secara sitematika,” pungkasnya.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close