Breaking News

Gubernur Kepri Sampaikan Data Korban Bencana Longsor di Serasan Natuna, 10 Orang Meninggal dan 42 Lagi Masih Dinyatakan Hilang Tertimbun Longsor

0 0

RADIOAZAM.ID – Bencana longsor di Kecamatan Serasan Kabupaten Natuna pada Senin kemarin (6/3/2023), menelan 10 orang korban meninggal dunia, dan 42 orang masih dinyatakan hilang.

Empat orang diantaranya mengalami luka berat, kemudian empat orang kritis tiga diantaranya dikirim ke Pontiana menggunakan kapal Bukit Raya dan satu orang dilarikan ke Ranai menggunakan kapal Indra Perkasa, untuk ditangani medis di Kabupaten Natuna.

Sedangkan jumlah pengungsi akibat bencara longsor tersebut saat ini mencapai 1.216 jiwa, diantaranya 219 orang mengungsi di Pos Lintas Batas Negara (PLBN), 215 orang mengungsi di Puskesmas Serasan, 500 orang mengungsi di Pelimpak dan Masjid Al-Furqon, serta 281 orang mengungsi di SMAN 1 Serasan. Sedangkan rumah yang tertimbun longsor mencapai 27 unit.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad yang sewaktu kejadian bencana longsor tersebut tengah berada di Jakarta dalam urusan dinas, langsung berkoordinasi dengan Bupati Natuna. Setelahnya ia pun mendapat laporan lanjutan bahwa Pemkab Natuna bersama perangkat daerah lainnya berikut dengan Basarnas, telah berangkat menuju lokasi kejadian dari Ibukota Kabupaten Natuna di Ranai, dengan jarak tempuh sekitar 93 mill laut.

“Kita juga sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepri, sehingga segera mengirimpakn segala keperluan seperti logistik yang dibutuhkan. Mudah-mudahan bisa membantu meringankan beban korban bencana longsor,” ujar Ansar.

Dari musibah tersebut, Ansar Ahmad berharap semoga para korban yang masih tertimbun longsor dapat segera ditemukan dan bisa segera di evakuasi.

Ansar Ahmad juga mengaku telah berkoordinasi dengan BPNB untuk mengupayakan sarana transportasi. Ia juga langsung menuju Natuna dari Jakarta berangkat bersama BPNB, dilanjutkan dengan transportasi laut menuju Serasan.

Menurutnya, Pulau Serasan merupakan sebuah nama Kecamatan, yang baru saja dibangun oleh pemerintah dalam hal ini Pos Lintas Batas Negara (PLBN), yang dihuni oleh 6000 penduduk, terdiri dari lima Desa dan satu Kelurahan.

Ansar Ahmad juga menyebutkan, musibah bencana longsor sebesar itu memang tidak pernah terjadi dan baru kali ini, yang diduga disebabkan oleh cura hujan cukup tinggi selama satu minggu berturut-turut.

“Kepada keluarga yang sanak saudaranya termasuk dalam korban bencana longsor ini, kita ingin menyampaikan rasa prihatin dan rasa duka cita. Semoga para korban senantisas mendapat tempat disisi Allah SWT dengan sebaik-baiknya,” kata Ansar Ahmad.

Dia juga menyebutkan, akan terus menyampaikan informasi terbaru dan akurat, dan kondisi yang terjadi memang jaringan internet di lokasi bencana sedang terputus akibat longsor.

“Longsor ini berasal dari Gunung Cemangan di Serasan, dan memang gunung itu gunung yang hijau, hutan yang lebat. Akan tetapi mungkin karena guyuran hujan terus bertubi-tubi, sehingga terjadi longsor,” pungkasnya.(agn)

About Post Author

agn

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *