KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Guru Berstatus PNS di Kundur Cabuli 11 Muridnya, Dijanjikan Nilai Tinggi dan Diajak Makan Mie Ayam

RADIOAZAM.ID – Seorang guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kundur ditangkap Polisi, karena mencabuli belasan muridnya.

Penangkapan terhadap tersangka bernama K (47) itu, berdasarkan laporan polisi tertanggal 13 Juli 2022 kemarin, sehingga diamankan atas kasus pencabulan anak dibawah umur.

Perbuatan cabul yang dilakukan guru dari Kundur itu sudah terjadi sejak tahun 2018 silam, dan baru terungkap sehingga ditangkap Satreskrim Polres Karimun.

Rata-rata korban pencabulan dari perbuatan K merupakan siswa laki-laki, rata-rata berusia 12 tahun yang dilakukan disela jam pelajaran masih berlangsung.

Guru tersebut menjanjikan akan memberikan nilai tinggi, serta memberikan uang sejumlah Rp30.000 serta diberi baju.

Kapolres Karimun, AKBP Tony Pantano menyebutkan, jumlah korban mencapai 11 orang, namun yang bersedia dimintai keterangan hanya lima orang.

“Modus yang dilakukan oleh tersangka adalah, mengiming-imingi nilai tinggi terhadap para korban, kemudian makan mie ayam. Serta korbannya ada yang diberikan uang Rp30.000 dan memberikan baju kemeja,” ungkap Tony saat memberikan keterangan resmi di Mapolres Karimun, Rabu (3/8/2022).

Tindakan pencabulan dilakukan K kepada siswanya di ruangan Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Perbuatan tak senonoh itu terbongkar setelah salah seorang siswa yang menjadi korban, menceritakan perlakuan yang telah dialami kepada seorang guru, lalu guru tersebut memebritahukan kepada orang tua korban, yang dilanjutkan dengan laporan ke Polisi.

“Korban yang dibawa ke ruang UKS, dengan alasan akan melakukan terapi,” terang Tony lagi.

Tony menyebutkan, para korban akan dilakukan pemulihan psikis bekerjasama dengan unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Tersangka dikenakan pasal 82 ayat (1), ayat (2) dan ayat (4) undang-undang nomor 17 tahun 2016, tentang penetapan peratutan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016, tentang perubahan ke 2 atas undang- undang nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak di pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun, serta denda paling banyak Rp5 Miliar.(agn)

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close