KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Kadin Karimun Minta Transportasi Roro ke Daerah Tetangga Diperbanyak, Strategi Penguatan Perekonomian Daerah Diatas Nasional

Ketua Kadin Kabupaten Karimun, Sabari Basirun bersama Wakil Ketua Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie saat bertemu di Batam, Rabu (5/2)

RADIOAZAM.ID – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Karimun, Sabari Basirun meminta kepada pemerintah daerah, agar segera membangun komunikasi dengan daerah tetangga Kabupaten Kota terdekat, sehingga kedepannya mampu menjalin kerjasama yang baik dalam strategi pembangunan ekonomi.

Hal itu disampaikan Sabari, seiring dengan telah dilantiknya kepengurusan Kadin Provinsi Kepri periode 2020-2025, oleh Wakil Ketua Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie di Hotel Radison Batam, Rabu malam (5/2).

Kadin kata Sabari, merupakan mitra dari pemerintah sesuai dengan undang-undang nomor 1 tahun 1987, sehingga siap membantu dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang diinginkan.

“Jika komunikasi dan kerjasama sudah terjalin dengan daerah lain atau Kabupaten dan Kota tetangga, maka efeknya arus barang akan lancar, karena wilayah kita ini adalah wilayah konsumen, dan hubungan kita dengan wilayah produsen harus dekat dan terjalin dengan baik,” kata Sabari, Kamis (6/2).

Daerah terdekat yang dimaksud seperti Provinsi Riau, yang beberapa Kabupaten nya berbatasan dengan wilayah Kabupaten Karimun, kemudian dengan Pekanbaru, Medan, Jambi dan daerah lainnya.

“Nama-nama daerah yang disebutkan itu kan mereka memiliki jalur transportasi lintas darat. Sehingga kita bisa kerjasama lalulintas laut berupa pelabuhan roro. Kalau itu teralisasi, maka akan mempermurah ongkos angkutan, jarak tempuh yang pendek sehingga memepengaruhi harga jual produsen kepada konsumen yang cukup murah,” tambah Sabari.

Pria yang juga mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Karimun ini menjelaskan, kerjasama yang disebutkan juga merupakan salah satu solusi, ketika pemerintah pusat menutup kran impor. Sehingga Kabupaten Karimun yang bukan daerah penghasil perlu menjalankan strategi yang disampaikannya.

“Misalnya sekarang kita punya hubungan baik dengan Kabuapten Meranti, manfaat untuk kita apa, ya misalnya dari sana bisa bawa kelapa dan sagu ke Karimun, kemudian sebaliknya mereka membeli barang-barang material seperti batu, pasir, semacam barter yang menguntungkan. Kemudian daerah lain seperti Pelalawan bisa mendatangkan kayu, papan, sandang pangan. Lalu mereka membeli material atau bahan untuk bangunan dari kita,” ucapnya.

Disebutkan Sabari, usulan mempercepat arus barang dengan sistim dari pelabuhan ke pelabuhan, juga telah disampaikan Sabari dalam rapat bersama Tim Pengendai Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Karimun.

“Saya juga termasuk didalam TPID dan sewaktu rapat bersama sudah disampaikan. Bahwa kita jangan mengikut arus saja atau pasrah, ketika melihat kondisi pelabuhan roro di Button – Riau itu rusak. Tapi kita harus cari alternatif lain atau tempat tujuan baru, bagaimana arus barang ini bergerak, serta bebas hambatan,” terangnya.

Kadin Karimun foto bersama dengan Wakil Ketua Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie dan Ketua Kadin Kepri, Makruf

Usulan itu pun disambut baik oleh Pemkab Karimun, yang saat ini telah melakukan komunikasi dengan pemerintah Pelalawan-Riau, dengan konsep kerjasama membangun pelabuhan roro, agar ada rute pelayaran kapal dari Karimun menuju Pelalawan. Yang jarak tempuhnya lebih dekat dibandingkan ke Batam. Kurang lebih sekitar lima sampai enam jam.

Abang kandung Gubernur Kepri non aktif Nurdin Basirun ini menilai, solusi yang ditawarkannya merupakan langkah konkrit ketika pemerintah pusat menutup kran impor.

“Kita kan dibatasi atau tidak boleh impor, sebetulnya memang tidak perlu impor lagi. Ya itu tadi, kita alihkan ke Kabuapten Kota tetangga yang terdekat dengan kita dan ini yang harus dilakukan. Saya pikir ini juga menjadi program saya ketika mencalonkan diri sebagai calon Wakil Bupati Karimun,” ungkap Sabari.

Selain mengharap kepada daerah tetangga, Sabari juga menekankan agar pemerintah daerah memaksimalkan potensi segi tiga emas yang dimiliki Kabupaten Karimun, yakni Karimun, Kundur dan Moro. Yang punya keunggulan masing-masing jika digarap dengan baik.

“Tapi saat ini segi tiga emas yang dimiliki belum dimaksimalkan pemerintah daerah, makanya untuk mencapai kepada stabilitas ekonomi ketahanan pangan, ini yang perlu kita wujudkan supaya mencapai pertumbuhan ekonomi diatas rata-rata nasional. Artinya mengharapkan efek kerjasama dari Kabupaten tetangga juga iya, dari kita sendiri juga iya. Jika diberi wewenang, ya saya akan membawa Kabupaten Karimun bagaimana terwujdunya segitiga emas Kabupaten Karimun ini, selain membangun hubungan baik kepada daerah tetangga,” kata Sabari.

Dijelaskannya, potensi di segitiga emas yang dimiliki Kabupaten Karimun antara lain, Pulau Karimun dikembangkan daerah industri, Kundur dikembangkan sebagai daerah pertanian dan perkebunan, serta Moro serbagai industri perikanan.

Menurutnya, untuk memaksimalkan segi tiga emas itu maka diperlukan regulasi dan harus diajukan kepada pemerintah pusat.

“Kalau mau cepat, Kabupaten Karimun harus dijadikan dan harus dikejar sebagai wilayah pelabuhan bebas menyeluruh. Ini sejalan dengan rencana pemerintah pusat untuk menggabungkan Batam Bintan Karimun (BBK) menjadi satu, ini kan gayung bersambut, kalau ini dilaksankaan oleh pemeirntah pusat ya tinggal laksankaan saja, regulasi kan sudah ada. Tinggal kita laksanakan program yang ada sesuai dengan regulasi itu,” terangnya.

Sebagai daerah perbatasan, tentunya Kabupaten Karimun juga ikut tergantung dengan kepentingan negara tetangga. Ketika mereka ingin berinvestasi dan membangun infrastruktur perusahaan, maka perlu bahan baku yang mudah didapat. Persoalannya adalah, jika tidak ditetapkan sebagai Free Trade Zone (FTZ) menyeluruh maka investor akan kesulitan memasukkan bahan baku, sementara kondisi kita saat ini material seperti semen dan bahan baku lainnya masih saja kekurangan.

“Harapan saya, apa yang diinginkan dari para pengusaha dan termasuk dalam hal ini Kadin Kabupaten Karimun, henkdanya dapat diwujdukan oleh pemerintah. Jika ingin pertumbuhan ekonomi diatas rata-rata, karena kita pernah mencapai 7,2 persen dimasa kepemimpinan Bupati Karimun waktu itu Nurdin Basirun. Dan tentunya ini juga menjadi program saya sebagai calon Wakil Bupati,” pungkasnya.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close