KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Kadisdik Karimun Pastikan Hari Pertama Belajar Tatap Muka Berlangsung Aman dan Terapan Protkes

RADIOAZAM.ID – Pelaksana Tugas (PLt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun memantau proses pembelajaran tatap muka di sekolah, guna memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung aman dan menerapkan protokol kesehatan, Senin (15/3).

“Tinjauan hari ini dilakukan untuk memastikan, apakah sekolah menerapkan aturan-aturan yang telah disepakti atau tidak. Proses KBM harus dilakukan dengan baik dan benar,” kata Fajar, saat memantau KBM di SMP Negeri 1 Karimun.

Dikatakan Fajar, belajar secara tatap muka di kelas sudah diberlakukan se Kabupaten Karimun, mulai dari jenjang PAUD sampai SMP sederajat, yang menjadi kewenangan dari Kabupaten.

Kegiatan bagi siswa SMP dan MTS sererajat dihari pertama masuk sekolah itu, langsung mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS) dengan sistem bergilir sistim per hari. Senin dan Selasa kelas VII, Rabu dan Kamis kelas VIII dan Jumat sampai Sabtu kelas IX.

Selesai mengikuti UTS dalam waktu selama sepekan ini, para siswa SMP sederajat tetap mengikuti proses belajar mengajar sesuai sift atau bergantian sesuai yang telah dijadwalkan. Yakni pukul 07.00 WIB sampai pukul 09.30 WIB dan pukul 10.00 WIB sampai pukul 12.30 WIB.

“Siswa diwajibkan mengenakan alat pelindung diri, mulai dari masker atau sejenisnya, serta mencuci tangan dan jaga jarak. Jika siswa lupa bawa masker, maka pihak sekolah wajib memberikan masker kepada siswa. Sehingga cadangan masker itu harus dimiliki semua sekolah,” kata Fajar lagi.

Fajar juga menitikberatkan kepada siswa yang kedapatan memiliki suhu tubuh diatas 37 derajat, atau yang memiliki gejala seperti Covid-19, mulai dari demam, batuk kering dan sebagainya, agar dapat dipisahkan terlebih dahulu, guna pemeriksaan kesehatan sampai kondisinya benar-benar dapat dipastikan tentang sakit yang dialami dari gejala yang ditimbulkan.

“Untuk itu para orang tua wali murid diharapkan dapat berperan aktif, melihat kondisi anak-anak, apakah memiliki gejala atau tidak saat sebelum berangkat ke sekolah. Jika terdapat gejala yang mengarah kepada Covid-19, maka siswa diperbolehkan untuk belajar dari rumah (BDR) atau secara daring,” jelasnya.

Dalam mengeluarkan izin belajar tatap muka dikelas, ada beberapa syarat yang wajib dipenuhi semua sekolah. Diantaranya, menyediakan pengecekan suhu sebelum siswa masuk sekolah, cuci tangan, hand sanitizer, masker dan di dalam kelas hanya diperbolehkan berjumlah 50 persen dari total siswa.

Menurut Fajar, pengawasan secara berkala akan terus dilakukan, kemudian melakukan evaluasi pelaksanaan belajar tatap muka, yang digelar setiap hari Sabtu.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close