KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Kanmenag dan Muslimat NU Karimun Bertekad Tekan Angka Perceraian

100 Pemuda Ikuti Bimbingan Pra Nikah

RADIOAZAM.COM – Kantor Kementerian Agama (Kanmenag) bersama Muslimat Nahdatul Ulama (Muslimat NU) Kabupaten Karimun bertekad menekan angka perceraian di Kabupaten Karimun, yang disebut-sebut saat ini cukup tinggi jumlahnya.

Salah satu langkah penekanan angka perceraian, maka dihadirkan sebanyak 100 pemuda pemudi usia proruktif yang siap menikah, dibimbing sebelum menuju pelaminan. Dalam kegiatan bimbingan perkawainan pra nikah calon pengantin, yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kanmenag) bersama Muslimat Nahdatul Ulama (Muslimat NU) Kabupaten Karimun, Kamis (12/9).

Kegiatan yang digelar di aula Kanmenag Kabupaten Karimun itu, menitik beratkan kepada kesiapan para peserta yang akan menikah. Sehingga perlu mempersiapkan diri baik lahir maupun bathin. Karena belakangan ini, kenakalan remaja tampak makin meningkat.

Kepala Kanmenag Kabupaten Karimun, Jamzuri menjelaskan, selain meningkatnya kenakalan remaja di Kabupaten Karimun, juga tingginya angka perceraian dalam beberapa tahun terakhir di Kabupaten Karimun. Sehingga perlu disikapi.

“Maka dengan kegiatan ini lah kita lakukan antisipasi, sehingga mampu meminimalisir kenakalan remaja, serta menurunkan angka perceraian di Kabupaten Karimun,” kata Jamzuri.

Lanjut Jamzuri, salah satu faktor tingginya angka perceraian karena tidak harmonisnya rumah tangga. Selain itu juga faktor media sosial yang saat ini semua orang mudah mengaksesnya.

“Faktor yang banyak terjadi juga salah satunya karena cinta lama bersemi kembali, atau biasa disebut CLBK melalui media sosial itu. Termasuk juga faktor ekonomi,” katanya.

Dengan beberapa persoaln tersebut, Jamzuri menilai maka tercetuslah sebuah ide untuk melakukan bimbingan bagi pemuda pemudi, yang akan masuk ke jenjang pernikahan.

Sementara, Ketua Muslimat NU Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani mengatakan, kegiatan yang digelar atas kerjasama antara Kanmenag dan Muslimat NU Kabupaten Karimun, merupakan sebuah kolaborasi dalam menjawab persoalan pernikahan di bumi berazam.

“Ini adalah jawaban dari semua masalah yang ada. Tentunya kami sanga mendukung dan mengapresiasi sekali. Target kami agar jangan sampai terjadi lagi peningkatan preceraian, mari sama-sama kita turunkan angkanya,” kata Nyimas Novi.

Disamping itu juga, selama ini pernikahan dini cukup banyak terjadi di Kabupaten Karimun. Yang kemudian banyak yang tidak mempersiapkan diri lalu labil.

Rencananya, Muslimat NU Kabupaten Karimun akan menggelar kegiatan serupa di pulau-pulau bersama Kanmenag Kabupaten Karimun. Dengan sasaran bagi remaja yang akan melangkah ke jenjang pernikahan diawali dengan bimbingan.

“Untuk tahap awal kita fokus di Pulau Karimun dulu, karena di pulau-pulau perlu mereka mengeluarkan biaya transportasi lagi. Jadi mungkin kita yang akan atang ke pulau-pulau, insyaallah Muslimat NU siap ambil bagian,” ucapnya.

Kegiatan tersebut digelar selama dua hari dan berakhir pada Jumat (13/9), dengan menghadirkan delapan narasumber berkompeten sesuai bidang dan kompetensinya. Mulai dari praktisi hukum, kesehatan, agama, legislatif soal kebijakan, kependudukan dan catatan sispil dan banyak lagi.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close