KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Kantor Lurah Sungai Raya Mulai Berbenah Pasca Kunjungan Anggota DPRD Karimun

Butuh Tiga Truk Tanah Untuk Timbun Halaman Yang Becek

RADIOAZAM.ID – Kantor Lurah Sungai Raya Kecamatan Meral mulai berbenah, halaman kantor yang sebelumnya penuh kubangan lumpur saat reses Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani beberapa hari kemarin, kini sudah mulai ditimbun tanah.

Sehingga tampak lebih rapih dan tidak lagi ada bekas kendaraan atau becek akibat hujan. Hal itu sudah dikerjakan secara gotongroyon oleh pihak Kelurahan Sungai Raya.

“Sudah kita timbun Rabu kemarin (10/6), alhamdulillah butuh tiga truk tanah untuk menimbun halaman Kantor Lurah yang becek,” kata Lurah Sungai Raya, Martin saat dikonfirmasi, Kamis (11/6).

Disebutkan Martin, tiga truk tanah timbun itu juga menggunakan anggaran swadaya pegawai, bukan dari anggaran oprasional kantor.

Dia juga mangatakan, sebelum adanya reses Anggota DPRD Kabupaten Karimun ke Kantor Lurah Sungai Raya, memang telah direncanakan akan melakukan penimbunan terhadap halaman yang becek. Tapi masih masuk musim penghujan, sehingga rencana itu pun terpaksa ditunda.

Untuk kebutuhan penunjang kinerja pegwai seperti printer yang sempat disampaikan Kasi PMD Kelurahan Sungai Raya, Tarmono, Martin mengaku sementara masih menggunakan peralatan kantor seadanya, karena dia menilai kebutuhan masyarakat lebih penting.

“Mengenai usulan pengadaan peralatan penunjang kinerja kita tidak lakukan, karena kita mengutamakan usulan dari seluruh RT. Pelayanan pun tidak terganggu, jadi masyarakat tetap bisa kami layani,” jelas Martin lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, kondisi Kantor Lurah Sungai Raya di Kecamatan Meral memprihatinkan, sarana dan prasarana penunjang pekerjaan para pegawai tidak memadai, dan dinilai mengganggu kinerja serta menghambat pelayanan bagi masyarakat.

Belum lagi masuk kedalam kantor pemerintahan itu, warga sudah dihadapkan dengan kubangan lumpur yang sangat becek pada bagian depan di halaman Kantor Lurah Sungai Raya. Memang tidak pernah ada pemasangan paving blok atau semenisasi, pada halaman kantor yang luasnya sekitar 100 meter persegi.

Lalu masuk kedalam ruangan kantor, akan dihadapkan dengan lantai yang mulai retak, semakin ketengah kondisinya semakin cekung karena bagian dasar tanah amblas, namun lantai keramik masih tetap utuh dan belum pecah. Belum lagi kondisi meja kerja yang lapuk, daun pintu yang sudah patah dan tidak dapat dipasang.

Pindah ke bagian pelayanan, printer yang paling menunjang kinerja pegawai kondisinya sudah rusak parah, namun masih terus digunakan. Jika sudah semakin parah, maka diperbaiki dengan keterampilan seadanya oleh pegawai setempat, hanya bermodalkan kemampuan yang otodidak, namun butuh waktu berjam-jam terpaksa menunggu agar dapat digunakan kembali.

Kasi Pembinaan Masyarakat Desa (PMD) Kelurahan Sungai Raya, Tarmono menyebutkan, berbagai macam kebutuhan dan keluhan tersebut sudah pernah disampaikan saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), namun belum terealisasi.

“Gedung Kantor Lurah ini dibangun sekitar tahun 2007, kalau printer dan komputer saya tidak tahu tahun berapa, tapi yang jelas sudah lama belum diganti. Ya jelas mengganggu kinerja pegawai karena penunjang pekerjaan ini kondisinya ngadat, padahal itu kebutuhan yang sangat mendesak,” ungkapnya saat menerima kunjungan reses Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani, Rabu (3/6).

Untungnya, Tarmono punya keahlian sedikit dalam memperbaiki printer, namun dia mengaku belum mahir, sehingga butuh waktu lama agar bisa digunakan kembali.

Untuk melakukan pengadaan, menurutnya hal itu mustahil dilakukan, karena semua wewenang pengadaan adanya di Kecamatan, sehingga harus menanti kebijakan dari Camat.

Namun, pelayanan terhadap warga terpaksa terkendala dan harus menunggu peralatan selesai diperbaiki secara otodidak.

Sementara, Nyimas Novi Ujiani yang melihat langsung kondisi Kantor Lurah Sungai Raya Kecamatan Meral tampak meninggikan keningnya.

“Sampai daun pintu saja tidak bisa dibeli? Berapa operasional Kantor Lurah ini, segini parahnya?,” ucap Nyimas Novi seraya mengaku miris dengan kondisi yang dilihatnya langsung.

Setelah melihat langsung kondisi Kantor Lurah mulai dari depan sampai bagian dalam, dia mengaku akan membantu menyampaikan agar pemerintah memberikan perhatian terhadap kantor pemerintahan yang sudah seharusnya dibenahi, baik kebutuhan sarana maupun prasarana.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close