KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Kapal Roro Tujuan Karimun-Button Tidak Layani Arus Mudik Lebaran Tahun Depan

RADIOAZAM.ID – Menghadapi arus mudik lebaran tahun 2020 mendatang, dipastikan tidak akan ada kapal roro yang melayani arus mudik tujuan Button-Riau.

Dengan alasan ambrolnya pelabuhan yang ada di Button sekitar sebulan lalu, sehingga kapal roro yang biasa melayani rute tersebut bakalan absen.

Menyiasati hal itu, Bupati Karimun Aunur Rafiq bakal bertemu dengan Direktoran Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) di Jakarta, pada Kamis siang bersama rombongan dari Pemprov Kepri.

“Besok saya bersama beberapa kepala daerah lainnya ikut dalam rombongan Gubernur Kepri ke Jakarta. Untuk Kabupaten Karimun saya akan membahas mengenai persoalan kapal roro, yang tidak bisa singgah ke Button karena pelabuhannya belum diperbaiki, bahkan butuh waktu lama kalaupun dikerjakan, makanya ini perlu disampaikan ke pusat,” kata Rafiq kepada media ini, Rabu (30/10) di rumah dinasnya.

Jika dicarikan alternatif lain, seperti rute Sungai Pakning Dumai, Rafiq memastikan ongkos yang ditimbulkan justru akan semakin besar. Sementara bobot pelabuhan di Dumai hanya sanggup dilintasi oleh kendaraan roda empat berbobot delapan ton.

Sementara, kendaraan yang kerap memanfaatkan kapal roro adalah jenis truk besar yang membawa sembako serta jenis sayuran, yang berasal dari wilayah Sumatera tujuan Kepulauan Riau dan sekitarnya, dengan bobot berkisar 15 ton lebih.

“Kalau cuma mobil bak terbuka, bawa muatannya sedikit, lalu biaya yang dikeluarkan besar. Pasti akan merugi. Artinya alternatif ke Dumai masih belum didapati solusinya. Makanya tujuan saya ke Jakarta besok untuk mencoba cari dukungan agar dapat segera digesa,” terang Rafiq.

Dia beralasan, sangat besar dampaknya ketika kapal roro tak dapat terhubung dengan pelabuhan Button-Riau.

“Yang paling kita rasakan sekarang ini adalah inflasi, naiknya harga kebutuhan. Karena kapal roro ini belum ada solusi. Makanya kita minta ke Dinas Perhubungan bersama ASDP, kalaupun harus lewat Sungai Paknin Dumai, seperti apa kebijakannya. Tapi mau tak mau ya harus seperti itu,” terang Rafiq.

Meskipun ada yang mencoba menyiasati membawa barang-barang menggunakan kapal laut ke wilayah Kepulauan Riau, Rafiq mengaku khawatir akan ada lagi kapal yang karam seperti sebulan lalu persis didepan Selat Beliah, yang memuat sayuran asal Riau tujuan Batam.

“Ya memang tidak ada kapal roro mudik ke Button,” tutup Rafiq.

Seperti diketahui, pelabuhan roro Button-Riau ambruk pada 17 September lalu, sehingga tidak dapat melayani pelayaran kapal roro, yang biasa berangkat dari Batam-Karimun-Button. Kondisi ini berdampak pada arus mudik lebaran Idul Fitri tahun 2020 pada Mei atau Juni mendatang.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close