KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Kerugian Negara Yang Berhasil Diselamatkan Cabjari Moro Disetor ke Pemkab Karimun, Atas Kasus Korupsi Mantan Kades Tanjungpelanduk

Total Yang Diserahkan Rp140.7 Juta

RADIOAZAM.ID – Pemkab Karimun menerima setoran keurugian negara, yang berhasil diselamatkan oleh Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Karimun di Kecamatan Moro, dengan nilai sebesar Rp140.725.642. Yang disetorkan melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Karimun, Jumat (4//2/2022).

Jumlah tersebut merupakan kerugian negara dari hasil tindak pidana korupsi (Tipikor) penyimpangan dana APBDes oleh mantan Kades Tanjung Pelanduk Kecamatan Moro atas nama Sudirman Syafrizal, pada Tahun Anggaran 2020 periode bulan Maret-Agustus.

Penerimaan pengembalian kerugian negara itu diterima langsung oleh perwakilan BPKAD Pemkab Karimun Zulkhaidi, disaksikan perwakilan Inspektorat Kabupaten Karimun dan Kepala Desa Tanjung Pelanduk, Yusri. Sebelumnya, uang kerugian negara itu pada saat tahap penyelidikan dan penuntutan dititipkan ke Rekening Titipan Bank BRI Cabang Karimun.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Karimun di Kecamatan Moro, Haryo Nugroho mengatakan, tersangka atas nama Sudirman Syafrizal mantan Kades Tanjungpelantuk divinis penjara 1,6 tahun, karena melakukan penyimpangan dana APBDes Desa Tanjung Pelanduk Kecamatan Moro Tahun Anggaran 2020 periode Bulan Maret-Agustus.

“Dalam kasus ini, tersangka korupsi atas nama Sudirman Syafrizal menjabat sebagai Pejabat Sementara (PJs) Kades Tanjung Pelanduk, kemudian kerugian negara yang telah dikembalikan sebesar Rp140.725.642,” jelas Haryo.

Sampai saat ini lanjut Haryo, masih ada dana dari hasil penyalahgunaan APBDes Tanjung Pelanduk yang belum dikembalikan oleh Sudirman Syafrizal, sebesar Rp.85.855.772, yang di bebankan kepada terpidana sebagai Pidana Tambahan Uang Pengganti.

Haryo mengatakan, pihaknya akan terus berupaya menyelamatkan uang negara atas kasus tersebut, yang saat ini sedang dilakukan pelacakan aset terhadap harta benda terpidana. Jika tidak memiliki harta benda yang dapat disita, maka akan diganti dengan pidana penjara selama enam bulan.

Menurut Hayo, hal tersebut sesuai dengan amar putusan yang telah berkekuatan hukum tetap, dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjungpinang.

“Harapan kami, pengembalian kerugian negara ini dapat digunakan kembali oleh Pemerintahan Desa Tanjung Pelanduk, untuk keperluan pembangunan maupun kegiatan-kegiatan bagi masyarakat setempat,” katanya.

Dalam putusan Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri Tanjungpinang atas kasus korupsi tersebut, Sudirman Syafrizal juga dijatuhi pidana denda sebesar Rp50.000.000, subsidair dua bulan kurungan.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close