KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Ketika Tukang Parkir Seberang Kantor Pos Karimun Hanya Bisa Melihat Penerima Bantuan Gotong Beras Gratis, Padahal Rumahnya Berlantai Tanah Berdinding Papan dan Tak Tercatat Layak Dibantu

RADIOAZAM.ID – Mata Monang Tampubolon hanya bisa menatap keseberang jalan, yang merupakan gedung Kantor Pos Karimun, tempat dimana penerima bantuan beras PPKM program PKH dan BST mengambil beras program pemerintah pusat.

Sehari-hari, Monang hanya berprofesi sebagai tukang parkir di kawasan Kantor Pos Karimun, meraup Rp1000 demi Rp1000 untuk dibawa pulang. Namun ada harap yang tak bisa dia rasakan, bantuan beras PPKM bagi masyarakat tak mampu sesuai kriteria, sementara dia pun merasa bernasib kurang baik sehingga merasa layak sebagai penerima, sama seperti masayrakat yang silih berganti datang mengambil beras bantuan tersebut.

Tapi lagi-lagi pria 64 tahun itu hanya bisa berkeluh kesah, seraya mengaku memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) warga Karimun, tepatnya beralamat di RT 002 RW 002 Kelurahan Sungai Lakam Barat Kecamatan Karimun, bertetangga dengan rumah pribadi Bupati Karimun Aunur Rafiq. Namun tidak didata sebagai penerima bantuan beras.

Pendapatannya rata-rata setiap hari tidak lebih dari Rp40.000, jumlah uang tersebut untuk keperluan makan sekeluarga. Rumahnya yang hanya berupa gubuk berukuran kecil berdinding papan dan berlantai tanah, tidak menyurutkan semangat pria yang menjadi tulang punggung keluarga ini untuk mencari nafkah.

“Rizki memang masing-masing, tapi ya cuma bisa melihat orang-orang pada datang ambil beras bantuan. Kalau dibilang masyarakat kecil, saya pun sedang dalam kondisi susah. Orang diseberang jalan itu satu persatu pulang bawa beras gratis, ingin rasaya bisa ikut menerima bantuan itu,” cerita Monang saat merapihkan sepedamotor yang terparkir diseberang Kantor Pos Karimun, Rabu (28/7).

Sudah 10 tahun dia berprofesi sebagai tukang parkir seberang gedung Kantor Pos Karimun. Tidak ada yang bisa diandalkan untuk menambah penghasilan bagi keluarga. Apa lagi ketika istrinya, Menti Siamnjuntak kini dalam kondisi sakit-sakitan, karena habis kecelakaan ditabrak beberapa tahun lalu.

“Beberapa tahun kemarin, istri saya sempat bantu saya cari tambahan, dengan berjualan sayur di Pasar Maimun, bisa lah sedikit bernafas. Tapi musibah tidak ada yang tahu, istri saya ditabrak pengendara saat menyeberang jalan menuju lokasi berjualan. Sehingga harus dilarikan ke rumah sakit di Batam karena luka parah,” ungkapnya.

Sepanjang pandemi Covid-19 ini, Monang hanya mendapatkan satu kali bantuan paket sembako disaat awal awal awabah corona melanda Kabupaten Karimun. Kini bantuan yang diharapkan belum pernah lagi dia rasakan.

“Ya kalau dibilang susah, saya juga masyarakat susah. Tapi bantuan tidak pernah lagi sampai,” ujar pria lima anak ini.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Karimun mulai mendistribusikan bantuan beras PPKM 2021, bagi kelompok penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Tunai (BST), Rabu (28/7).

Bantuan yang merupakan program pemerintah pusat itu, dikhususkan bagi 12.115 orang penerima se Kabupaten Karimun, serta tambahan 4000 orang penerima dengan kriteria non PKH.

Dengan rincian, untuk penerima manfaat dari program PKH sebanyak 5052 penerima, program BST 7063 penerima, dan tambahan dengan kriteria non PKH 4000 penerima. Masyarakat penerima mengambil beras di Kantor Pos.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close