KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

KKSS Kabupaten Karimun Kecam Tindakan Premanisme Yang Dialami Warga Bugis di Hotel Satria, Kapolres Cegah Rencana Warga Bugis Datang Beramai-Ramai ke Lokasi

RADIOAZAM.ID – Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (PD KKSS) Kabupaten Karimun, mengecem aksi premanisme yang terjadi pada tempat hiburan malam Hotel Satria, pada Minggu dini hari pada pekan kemarin (27/2/2022).

Buntut pengeroyokan yang dilakukan security Hotel Satria terhadap dua korban warga Bugis di Karimun itu, membuat Ketua PD KKSS Kabupaten Karimun, Abdul Gafar bersama para pengurus angkat bicara, dan mengaku sangat mengecam serta menyayangkan aksi pemukulan tersebut.

“Dalam hal ini kita memang tidak bicara kesukuannya, tapi kita minta kasus ini dituntaskan. Tempat usaha main pukul, ini tidak boleh dibiarkan,” ungkap Gafar di Sekretariat KKSS Kabupaten Karimun, Ruko Telaga Riau Sungai Lakam Barat Kecamatan Karimun, Minggu (6/3/2022).

Menurutnya, perbuatan yang dilakukan security Hotel Satria sejatinya memancing dan menyulut amarah masyarakat. Dan akan membuat suasana tidak kondusif.

Hal tersebut menurut Gafar, juga sempat membuat masyarakat Bugis di Kabupaten Karimun merencanakan akan mendatangi Hotel Satria untuk melakukan aksi protes.

“Tadi kita sudah kumpul dan merencanakan akan berangkat ke Hotel Satria sebentar lagi, untuk menanyakan langsung kenapa berani main hakim sendiri. Ini kan kegiatan usaha ya harusya sama-sama jaga kampung kita biar tetap aman, bukan malah main pukul. Untung saja Pak Kapolres, AKBP Tony Pantano mendadak datang kesini. Alasannya, bahaya kalau orang Bugis sudah turun tangan. Sehingga sudah berpesan kepada kami agar tetap tenang dan jangan membuat gaduh, maka kami hargai ini,” kata Gafar lagi.

Disinggung mengenai korban pemukulan THM Hotel Satria dikabarkan masih pelajar atau anak dibawah umur, sehingga apakah ikut membenarkan anak bawah umur bermain ketangkasan, Gafar justru mengklarifikasi bahwa korban bukan lagi dibawah umur karena sudah lulus sekolah.

“Tadi sudah disampaikan Kapolres, bahwa satu orang korban usianya 20 tahun dan satu lagi 18 tahun, jadi sudah lulus sekolah. Artinya ini tidak ada yang usia bawah umur,” terang Gafar.

Hal yang sama juga disampaikan Wakil Ketua PD KKSS Kabupaten Karimun, Jakfar. Menurutnya tindakan premanisme yang dialami oleh dua korban akan tetap dikawal oleh KKSS Kabupaten Karimun.

“KKSS meminta agar kasus pemukulan ini diproses. Selain itu kami juga mempertanyakan kepada pengusaha apa penyebab pemukulan dilakukan. Kalau soal hutang itu kan perdata, bisa diselesaikan sesuai hukum. Maka dari itu kami mengutuk keras kejadian pemukulan di Hotel Satria, serta mendukung langkah Polres Karimun dalam mengusut tuntas kasus ini,” tegas Jakfar.

Dikatakan Jakfar, korban yang dipukul merupakan warga Bugis dan keluarga KKSS dalam hal ini tidak tinggal diam. Sehingga kasus tersebut merupakan panggilan moral bagi dirinya.

“Pihak keluarga korban juga meminta kepada kami untuk melakukan pendampingan agar rasa keadilan dapat ditegakkan. Siapapun pelakunya dan ada yang bilang pemukulan itu dilakukan oleh orang Bugis juga, tapi kami akan tetap fokus kepada pemukulan itu harus segera diproses. Informasi yang didapat korban disekap dan dipukul. Maka kita minta agar kasus ini kedepan tidak terjadi lagi, makanya perlu transparan dalam proses penegakan hukumnya,” ucap Jakfar.

Sementara itu, Kapolres Karimun, AKBP Tony Pantano menjelaskan, kasus pemukulan yang dilakukan security Hotel Satria terhadap dua korban beberapa hari kemarin sudah ditangani Polres Karimun.

“Malah dua pelaku sudah kita tangkap untuk diproses. Begitu pihak keluarga melapor, besoknya langsung kita tangani dan menangkap pelaku. Berdasarkan keterangan korban, memang ada enam orang saat pemukulan itu, tapi korban menyebutkan dua dan sudah ditangkap. Makanya kalau ada keterangan lain saya akan buka lagi sesuai BAP, sebagaimana keterangan yang diperoleh dari penyidik,” terang Tony.

Tony juga menjelaskan secara singkat kronologis pemukulan yang dialami dua korban, sebagaimana tertuang didalam BAP. Bahwa korban tidak mau membayar dalam bermain jackpot dan sempat terjadi negosiasi, berujung pada pemukulan terhadap dua orang korban, yang memang dilakukan oleh security selaku penanggungjawab keamanan.

“Antara pelaku dengan korban ini sudah ada rangkaian ceritanya. Sehingga siapa yang bertanggungjawab kasus ini, ya tentu dua orang yang melakukan pemukulan terhadap korban. Kami tidak pernah menutup-nutupi dan tidak pernah membedakan siapapun dia, kita akan tangani, dan dari awal saya sudah ngomong begitu, sehingga kami sudah melakukan penangkapan terhadap pelaku,” terangnya.

Mengenai sisi lain tentang perizinan, Tony mengaku hal tersebut bukan tanggungjawab dari Polres Karimun, karena urusan izin itu dari pemerintah. Sehingga dalam hal itu Pemda juga sudah memberikan teguran keras kepada manageman Satria, untuk tidak melakukan tindakan kekerasan, serta yang paling penting tidak mengizinkan masuk anak dibawah umur.

“Kalau kita dari sisi hukumnya, siapa yang melakukan tindak pidana ya kita proses. Tadi malam kita juga sudah melakukan razia bersama Bupati Karimun Aunur Rafiq, sekalian mengecek apakah ada anak dibawah umur atau tidak. Melalui pertemuan ini juga saya menghimbau, jangan ada tindak pidana baru lagi, malah nanti kita bingung, seandainya pihak Satria mau menerima untuk bertemu silahkan diteruskan,” pungkas Tony.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close