KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Klaster Keluarga Mendominasi Penularan Covid di Karimun, Rumah Makan dan Cafe Wajib Terapkan Protkes Jika Tak Mau Ditertibkan

RADIOAZAM.ID – Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, penularan wabah Covid-19 di Kabupaten Karimun masih di dominasi oleh klaster keluarga.

“Untuk itu para Camat, Kepala Puskesmas, Lurah atau Kades serta para petugas, harus mengupayakan agar warga yang positif PCR maupun positif Rapid, agar dijemput sehingga dilakukan isolasi terpusat,” kata Rafiq saat memimpin rapat evaluasi percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Karimun, di rumah dinasnya, Kamis (15/7).

Dikatakan Rafiq, pada prinsipnya tidak diperkenankan lagi adanya isolasi mandiri, karena Pemerintah Kabupaten Karimun telah menyiapkan tempat-tempat isolasi terpusat atau terpadu.

“Isolasi mandiri hanya diperuntukkan warga yang benar-benar patuh, dengan kondisi rumah dan penghuninya memenuhi syarat,” tegasnya.

Saat ini, jumlah penderita Covid-19 yang isolasi mandiri di Kabupaten Karimun masih tinggi. Untuk itu pengawasannya harus lebih diperketat.

“Jika kedapatan tidak patuh, langsung dijeput saja untuk dibawa ke isolasi terpusat,” pinta Rafiq.

Dia juga mengingatkan kepada fasilitas rumah sakit, agar lebih selektif dan hanya merawat pasien begerjala sedang atau berat. Serta segera memindahkan pasien yang sudah membaik atau tidak bergejala, ke lokasi isolasi terpusat.

“Memang peningkatan kasus positif Covid-19 sebagian besar adalah cluster keluarga, namun saat ini juga terjadi klaster baru, seperti PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB) ada 113 pekerjanya yang terkonfirmasi aktif, berdasarkan versi perusahaan tersebut. Kemudian PT Multi Ocean Shipyard (MOS) ada delapan orang, serta 14 kasus positif dari kapal barang asal Jakarta,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Rafiq juga menilai penerapan protokol kesehatan masyarakat saat ini masih rendah dan cenderung menurun, khususnya pada rumah makan. Sehingga perlu dilakukan pengawasan dari tim, jika tidak patuh maka harus diberikan sanksi tegas.

“Warung atau kedai makan kita izin kan untuk buka. Hanya saja makan dan minum ditempat hanya diizinkan dengan kapasitas 25 persen dari biasanya. Kemudian mengatur jarak meja dan setiap meja hanya ada dua kursi,” pinta Rafiq.

Dalam mengawasi hal tersebut, Rafiq meminta kerjasama dengan pihak TNI Polri bersama Satpol PP, untuk melakukan penertiban di tempat-tempat keramaian. Terutama pada rumah makan, kedai kopi atau cafe yang tidak memberlakukan protokol kesehatan sebagaimana aturan yang telah ditetapkan, sesuai surat edaran yang dikeluarkan.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close