KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Komisi II Meradang Saat Sidak Kantor PDAM Karimun, Ruang Kerja Semua Karyawan Dinilai Berantakan

RADIOAZAM.ID – Gedung kantor Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Perumda Tirtha Mulia milik, dinilai sudah tak layak atau tidak representatif. Sekat-sekat ruang kerja di setiap bagian sangat sempit dan mengganggu kenyamanan para karyawan bekerja.

Kondisi itu terlihat saat inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karimun, yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II, Nyimas Novi Ujiani, Senin siang (28/9).

Bahkan saat memasuki ruang Dirut PDAM, Indra Santo kesan yang dilihat oleh Komisi II DPRD Kabupaten Karimun justru mengaku kasihan.

“Kasihannya ruang Dirut ini, bagaimana kerja mau nyaman seperti ini. Sehebat apapun pembukuan kalau ruangan seperti ini tetap juga tidak menunjang pekerjaan. Apa bila mau melihat suksesnya kerja kita, yang pertama kali dilihat adalah bagaimana penataan ruang kerja. Harus yakinkan dulu pelanggan dengan cara diawali dari ruang kerja yang nyaman,” ucap Nyimas Novi.

Kondisi itu kemudian dijelaskan oleh salah seorang karyawan PDAM, Rahmad bahwa gedung kantor yang disewa akan segera habis masa waktunya, dengan biaya per tahun sekitar Rp40 juta.

“Kami kerepotan dengan keadaan gudang yang posisinya ada di lantai tiga,” jelas Rahmad.

Para anggota DRPD Karimun dari Komisi II saat memeriksa salah satu ruang kerja di PDAM Perumda Tirta Karimun dalam sidak yang digelar Senin (28/9)

Nyimas Novi pun langsung bergegas mengecek lantai tiga, yang sebelumnya memeriksa ruang kerja Dirut PDAM, Indra Santo dan dinilainya sangat tidak rapi atau berantakan serta tidak tertata dengan baik. Tumpukan dokumen yang diletakkan di sembarang tempat, membuat para anggota dewan itu mengkerutkan dahi.

“Coba lihat ini ruang Dirut seperti ini, tumpukan-tumpukan berkas sembarangan saja. Apa sih yang dikerjakan, padahal orang yang bekerja ramai. Sampai tak dapat dikerjakan tumpukan ini, kalau tak bisa dikerjakan kasi pekerjaan ini dengan yang lain, kalau karyawannya tidak mau bekerja ya suruh berhenti saja. Kan bekerja untuk digaji. Merapikan data yang seperti ini tidak perlu hari khusus, bereskan dulu apa yang membuat tidak nyaman,” tegasnya.

Menurutnya, sebetulnya tidak masalah ruang kerja sempit, namun hati harus tetap lapang dengan ditopang oleh ruang kerja yang tertata rapi. Sehingga pekerjaan jadi nyaman, bahkan untuk berdiskusi akan lebih fokus.

“Kalau seperti ini semuanya jadi suntuk. Masuk ruangan ini pun malas jadinya mau datang,” tambahnya.

Ketika berada di lantai tiga, ternyata digabung antara gudang dengan ruangan dewan pengawas. Nyimas Novi membandingkan dengan ruangan Dirut yang ternyata sedikit nyaman dan rapi.

“Ruangan ini (dewan pengawas) justru sedikit rapi. Malah sangat layak, hanya perli penataan agar lebih fresh saja, sudah bagus sebetulnya. Coba lah di desain, atau anggarkan berapa juta misalnya, untuk mempercantik ruang kerja masing-masing. Ruangan dewan pengawas saja bisa mengalahkan Direktur, ini luar biasa,” ungkapnya.

Senada dengan Nyimas Novi, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Karimun, Hadi menimpali, bahwa jika dibandingkan dengan kantor BPR Karimun milik Pemkab di Kecamatan Moro, justru lebih sempit atau kecil dibandingkan kantor PDAM yang tiga lantai.

“Kantor BPR Karimun di Kecamatan Moro itu kecil, tidak bertingkat. Tapi mereka bisa lebih rapi,” ungkap Hadi.

Usai mengecek ruang kerja setiap unit, rombongan kemudian melanjutkan sidak ke lokasi SPAM IKK Karimun Sentani, di Danau Sentani Jalan Poros, guna melihat persoalan yang terjadi. Turut serta dalam Sidak tersebut Herman dari Fraksi Golkar dan Tahir Fraksi Demokrat.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close