KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Korban Penyelundupan TKW di Karimun Akan Dipulangkan ke Kampung Halamannya, Dua Orang Pelaku Masih Buron

RADIOAZAM.ID – Satpolair Polres Karimun akan memulangkan lima orang Tenaga Kerja Wanita (TKW), yang akan diberangkatkan ke Malaysia secara illegal, dan berhasil diamankan di perairan kawasan PT Saipem, pada Minggu malam kemarin (19/9).

“Rencana pemulangan terhadap kelima TKW selundupan itu, bekerjasama dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Nantinya akan kita antar ke kampung halaman masing-masing,” kata Kapolres Karimun, AKBP Tony Pantano melalui Kasatpolair, Iptu Binsar Samosir, Rabu (22/9).

Hanya saja, Binsar belum dapat memastikan kapan kelima TKW selundupan tersebut dipulangkan, karena masih membutuhkan keterangan terhadap lima korban.

“Saat ini kami masih melakukan pendalaman atas kasus dugaan penyelundupan TKW ini, sehingga kami masih membutuhkan keterangan terhadap kelima korban,” kata Binsar lagi.

Seperti diketahui, Satpolair Polres Karimun berhasil menggagalkan penyelundupan lima orang TKW, yang akan diberangkatkan ke Malaysia melalui jalur illegal. Penangkapan itu dilakukan di perairan sektiar PT Saipem Desa Pangke Barat Kecamatan Meral Barat, Minggu (19/9) sekira pukul 19.40 WIB.

Saat diamankan, satu unit speedboat kedapatan membawa lima orang wanita, dua diantaranya merupakan warga Provinsi Jawa Barat, dan tiga orang lagi dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka adalah LM, MA, EM, YN dan SD.

Bersama dengan lima orang TWK selundupan itu, turut serta diamankan seorang nakoda speedboat bernama MI, yang kemudian digiring ke kantor Sapolair Polres Karimun, untuk diproses lebih lanjut.

Adapun keterangan dari lima wanita tersebut, mengaku mulanya dijanjikan bakal dipekerjakan di Kota Batam. Namun ketika berada di Kota Surabaya, mereka kemudian dijelaskan akan dipekerjakan di Malaysia. Sebelum berangkat ke negara tetangga, korban penyelundupan TKW itu sempat menginap satu malam di Karimun.

Atas kasus penggagalan penyelundupan lima TKW itu, kini dua orang ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO), diantaranya SAB yang memberikan instruksi kepada MI untuk memberangkatkan lima orang wanita ke Malaysia secara illegal. Serta satu orang ABK speedboat bernama ZL juga masih dicari keberadaannya.

Dari aksi penyelundupan TKW secara illegal ke Malaysia itu, MI mengaku mendapatkan upah dari SAB sebesar Rp1,5 juta.

Pelaku dikenakan pasal 81 jo pasal 69 atau pasal 86 jo 73 undang-undang nomor 18 tahun 2017, tentang perlindungan PMI, dengan ancaman 10 tahun penjara.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close