KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

KPMKR-KKJ Gelar Pertandingan Futsal Persahabatan Lintas Mahasiswa Karimun Yang Kuliah Luar Daerah, Isi Waktu Kosong di Kampung Dimasa Pandemi Covid 19

Ajang Silaturahmi Antar Organisasai Mahasiswa Karimun

RADIOAZAM.ID – Para mahasiswa Kabupaten Karimun yang tergabung didalam Keluarga Pelajar Mahasiswa Kepulauan Riau Kabupaten Karimun Jogjakarta (KPMKR-KKJ), punya cara tersendiri dalam mengisi waktu luang, sebelum kembali berangkat ke daerah tempatnya mengenyam pendidikan.

Mereka menggelar pertandingan persahabatan futsal, sekaligus menjalin silaturahmi antara mahasiswa Kabupaten Karimun yang berada di berbagai daerah, yang akan berlangsung pada Minggu siang (9/8) di GOR Badang Perkasa.

Ketua KPMKR-KKJ, Aditya Gusti Mandala Putra mengatakan, KPMKR-KKJ telah menyampaikan undangan ke berbagai organisasi mahasiswa Karimun, mulai dari Mahasiswa Karimun di Pekanbaru, mahasiswa Karimun di Padang, Batam dan tuan rumah sendiri.

“Kita sifatnya hanya pertandingan silaturahmi, tapi tetap ada tim yang terbaik dan kami sediakan hadiah berupa piala,” kata Aditya saat bersilaturahmi dengan anggota DPRD Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani di kawasan Coastal Area Kelurahan Tebing Kecamatan Tebing, Sabtu (8/8).

Menurutnya, saat ini para mahasiswa yang telah pulang kampung sejak pandemi Covid 19, tidak punya kegiatan apapun, sementara perkuliahan pun belum juga dimulai.

“Kami sejak Maret sudah pulang kampung, belum tahu kapan berangkat ke Jogja, masih menunggu informasi. Sehingga untuk mengisi kekosongan waktu yang begitu banyak, maka kami berinisiatif menjalin silaturahmi melalui pertandingan futsal,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani menyambut baik kegiatan yang akan digelar KPMKR-KKJ merupakan hal yang positif dan perlu diapresiasi.

“Mereka ini perlu berekspresi, segala kegiatan positif perlu kita dukung. Apa lagi mahasiswa, mereka ini para pemikir yang intelek, harusnya pemerintah pun menyediakan wadah untuk mereka berekspresi, sambil menunggu kegiatan formal dalam perkuliahan,” jelas Nyimas Novi.

Dikatakan Nyimas Novi, pertemuannya dengan pengurus PKMKR-KJ merupakan agenda evaluasi pasca bertandang ke asrama mahasiswa Karimun di Jogjakarta beberapa bulan lalu. Sehingga dia pun menginventarisir segala kondisi yang ada. Mulai dari fasilitas, kegiatan kemahasiswaan, anggaran asrama, kepengurusan organisasi dan lainnya.

Mahasiswa Karimun di Jogjakarta Sempat Ngamen Tutupi Biaya Asrama

Para mahasiswa asal Kabupaten Karimun yang kuliah di Jogjakarta sempat dirundung masalah asrama, yang dananya tak kunjung cair dari Pemkab Karimun tahun 2016 lalu. Untuk menyiasatinya, para mahasiswa mencari berbagai cara untuk menutupi biaya yang wajib dibayar.

Mulai dari mengamen, jualan bunga sampai kepada menjual berbagai macam hasil kreasi. Kondisi itu sempat dibicarakan para mahasiswa bersama Nyimasnovi. Dimana saat ini sudah tidak terjadi lagi, pemerintah daerah telah mempermanenkan asrama mahasiswa Karimun di Jogjakarta.

“Tinggal asrama putri yang belum permanen, tapi sudah ada anggaran yang disiapkan pemerintah daerah secara rutin tiap tahunnya. Artinya biaya asrama tidak lagi sesulit beberapa tahun lalu. Alahmdulillah tidak ada kendala,” kata Ketua PKMKR-KKJ Aditya Gusti Mandala Putra.

Saat ini, jumlah sementara mahasiswa Karimun di Jogjakarta yang terdata sebanyak 164 orang. Yang terdiri dari berbagai kampus.

“Harapan kami, pemerintah dapat melibatkan kami para mahasiswa di berbagai kegiatan, baik sosial, pendidikan atau apapun. Sehingga kekosongwan waktu kami bisa diisi dengan hal yang bermanfaaat, ketika berada di kampung halaman dalam waktu yang cukup lama ini,” tambahnya.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close