KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Kunjungan Wisatawan Dari Mahasiswa UTM Malaysia Berkat Campur Tangan Agen Travel di Karimun, Tawarkan Paket Menginap di Rumah Warga di Pongkar dan Banyak Peminatnya

RADIOAZAM.ID – Study Tour 20 mahasiswa Malaysia dari Univertsitas Teknologi Malaysia (UTM) di Desa Pongkar Kecamatan Tebing beberapa hari ini, tidak terlepas dari campur tangan agen Cahaya Karimun Travel and Tour.

Direktur Cahaya Karimun Tour and Travel, Zulkifli mengaku telah lama menanti dibukanya pelabuhan Internasional Tanjungbalai Karimun, karena dari situlah sumber pandapatannya berasal untuk menghidupi keluarga.

Hal itu terbukti ketika baru beberapa hari Gubernur Kepri Ansar Ahmad selesai membuka jalur pelayaran dari Karimun ke Malaysia, benar saja nomor ponsel Zulkifli mendapatkan konfirmasi dari negara tetangga Malaysia, bahwa akan ada sekelompok mahasiswa dari UTM Malaysia yang menggunakan jaza perusahaan travel miliknya, untuk berkunjung ke Karimun.

Zulkifli pun menawarkan beberapa paket pilihan termasuk tempat menginap di hotel ataukah di rumah penduduk, dengan sistim keluarga angkat meski hanya tiga hari dua malam.

“Ini merupakan rombongan wisatawan perdama yang kami kelola, syukur alhamdulillah kembali menggeliat sektor pariwisata kita. Semoga kedepannya lagi lebih banyak lagi, dan harapan kami agar regulasi tentang masuknya wisatawan asing di Karimun lebih dipermudah, untuk membuka peluang kepada kami dan masyarakat dalam berkontribusi bagi daerah,” kata Zulkifli disela kegiatan penyambutan mahasiswa UTM Malaysia di SDN 005 Desa Pongkar Kecamatan Tebing, Kamis (2/6/2022).

Paket keluarga angkat menurut Zulkifli sangat diminati para wisatawan asal Malaysia, ketimbang menginap di hotel, sehingga program berwisata bagi pelancong itu juga turut dirasakan dampak positifnya bagi masyarakat Desa Pongkar, yang kecipratan dana menginap selama dua malam tiga hari.

“Jadi rumah masyarakat yang kita titipkan mahasiswa UTM Malaysia disitu tidak cuma-cuma, ada biaya nya meskipun tidak seberapa, tapi sudah kami perhitungkan ini pasti cukup atau bahkan lebih. Berapa nilainya yang pasti ini rahasia,” terangnya.

Zulkifli mengaku, inovasi mencarikan keluarga angkat dengan sistim homse stay atau menginap di rumah penduduk, merupakan terobosan terbaru baginya untuk wisatawan, tentunya sesuai dengan harga paket menginap yang dipilih para mahasiswa tersebut.

Hal tersebut sudah dimulainya sejak sebelum pandemi Covid-19 mewabah di Karimun, dia membuat beberapa penawaran dengan nominal biaya yang sudah tertera serta lokasi penginapan baik di hotel maupun home stay di rumah masyarakat, dengan sistim mencarikan keluarga angkat.

“Program keluarga angkat ini paling banyak diminati para mahasiswa, karena mereka juga mempunyai kegiatan sambil belajar, tujuan mereka datang itu tidak hanya sekedar jalan-jalan, juga untuk keperluan pembelajaran mereka. Alhamdulillah respon masyarakat sejauh ini sangat bagus, bahkan tidak pernah ditolak kalau kami tawarkan mahasiswa menginap dirumahnya,” kata Zulkifli.

Dari program travel bagi para mahasiswa UTM Malaysia yang menginap dirumah penduduk, Zulkifli mengaku sangat berterimakasih kepada masyarakat, nantinya akan ada program seperti itu dari negara tetangga Malaysia, yang akan menginap dirumah-rumah penduduk.

Agen Travel di Karimun Sempat Mati Suri Selama Covid-19 Mewabah

Kevakuman kunjungan wisatawan manca negara akibat pandemi Covid-19 di Kabupaten Karimun, membuat agen tralvel and tour mati suri, sebagaimana yang dialami oleh pengusaha travel, Zulkifli yang menjalankan usaha Cahaya Karimun Tour and Travel.

Bahkan selama tiga tahun kurang pandemi masih terjadi, Zulkifli terpaksa menutup sementara usaha travel yang ia geluti, karena tidak adanya wisatawan asing masuk ke Karimun.

“Selama vakum hampir tiga tahun sejak Covid-19 mewabah di Kabupaten Karimun, memang aktifitas kami sebagai travel boleh dikatakan mati suri. Kondisi ini bukan hanya di Karimun tapi terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini memang sangat kami keluhkan dan tidak dapat bertahan, kawan-kawan pun sudah banyak yang menutup jasa travelnya. Termasuk saya yang menutup kantor karena memang tidak pernah ada aktifitas selama dua tahun lebih sejak Mei 2020. Tapi alhamdulillah hari ini kita mulai bangkit lagi,” ungkapnya.

Untuk sekedar bertahan dan menafkahi keluarga, Zulkifli terpaksa melakoni apapun usaha atau pekerjaan yang bisa menghasilkan.

“Kegiatan kami hampir tiga tahun selama vakum ini lebih banyak dirumah. Masih ada beberapa kegiatan yang dapat kita kelola seperti ticketing segala macam, yang bisa di kerjakan secara online, tapi tidak begitu bergairah, hanya asalkan ada pendapatan saja,” jelasnya.

Zulkifli berharap semoga pandemi Covid-19 berubah jadi endemi dan kasus Covid-19 du Kabupaten Karimun tidak kembali meningkat. Sehingga usaha travel yang dia jalani dapat terus bertahan.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close