KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Lanal Karimun Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp12 Miliar Lebih

RADIOAZAM.ID – Lanal Tanjungbalai Karimun menggagalkan penyelundupan benih lobster, yang diduga akan dibawa ke Singapura, Senin dini hari (28/6).

Benih lobster itu dikemas dalam kantong plastik lalu dimasukkan kedalam box styrofoam. Saat dilakukan pengejaran, barang bukti tersebut dilemparkan kelaut tepatnya di Perairan Pulau Rukan Kecamatan Moro, sementara pelaku tidak berhasil ditangkap karena kalah cepat dengan petugas.

“Ada 15 box styrofoam sebagai barang bukti yang kita amankan, nilai kerugian yang dialami dari tindakan penyelundupan ini mencapai Rp12 Miliar lebih,” ujar Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Puji Basuki saat menggelar ekspose di Makolanal Tanjungbalai Karimun, Senin sore (28/6).

Dikatakannya, tidak ada tersangka yang berhasil diamankan, saat dilakukan pengejaran, tersangka berhasil kabur dengan kecepatan tinggi, sementara kapal yang dilakukan oleh petugas kalah cepat. Namun di lokasi kejadian petugas berhasil menemukan box styrofoam yang mengapung, dari bekas jejak kapal yang dikejar.

Dari 15 box benih lobster itu, secara keseluruhan berisikan 479 kantong dan terdapat dua jenis. Yakni jenis pasir dan jenis mutiara.

“Jenis pasir ada 119.750 ekor dan jenis pasir ada 1000 ekor,” tambahnya.

Adapun kronologis penggagalan penyelundupan tersebut, berawal dari adanya informasi yang diperoleh, kemudian tim F1QR Lanal Tanjungbalai Karimun melakukan patroli laut, tepat di perariran Pulau Rukan.

Sekira pukul 03.45 WIB Senin dini hari (28/6), tim mendeteksi suara satu unit speedboat dengan kecepatan tinggi, yang diduga merupakan pelaku dan dilakukan pengejaran.

Saat tengah mengejar pelaku, tim kehilangan speedboat tersebut dan terus dilakukan pengejaran dari jejak air yang masih dapat terlihat. Petugas pun tidak putus asa seraya melakukan penyisiran di sekitar jejak air. Sehingga membuahkan hasil dengan menemukan 15 box styrofoam berisikan benih lobster.

“Barang bukti langsung dibawa ke Makolanal Tanjungbalai Karimun untuk dilakukan pencacahan atau menghitung benih tersebut, dengan dibantu oleh Karantina Pelabuhan. Sedangkan pelaku tidak berhasil ditangkap karena saat dikejar, berhasil kabur dengan speedboat berkecepatan tinggi,” katanya.

Setelah menggelar ekspose, Lanal Tanjungbalai Karimun kemudian melakukan pelepasan benih lobster di perairan Pulau Karimun Anak pada senja hari, atau sekira pukul 18.00 WIB. Yang diikuti unsur vertical dan aparat terkait, menggunakan kapal patroli Pelawan milik TNI AL Tanjungbalai Karimun.

Dari tindakan penyelundupan benih lobster itu, disebut telah melanggar pasal 92 junto pasal 26 undang-undang nomor 31 tahun 2004, tentang perikanan sebagaimana diubah melalui undang-undang nomor 45 tahun 2008. Serta melanggar undang-undang nomor 11 tahun 2020, tentang cipta kerja Bab III bagian keempat paragraf dua pasal 92, junto pasal 26 dengan ancaman pidana paling lama 8 tahun penjara dan denda paling banyak Rp.1,5 Miliar.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close