KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Masyarakat Karimun Boleh Sholat Hari Raya Idul Adha di Masjid dan Lapangan Terbuka, Ini Syaratnya

Daging Kurban Diantar ke Rumah Penerima Atau Diatur Jadawal Pengambilannya

RADIOAZAM.ID – Masyarakat Kabupaten Karimun tetap dapat melaksanakan sholat hari raya Idul Adha, pada perayaan 20 Juli mendatang, dengan tetap menerapkan aturan protokol kesehatan.

Namun bagi Kecamatan yang masih berstatus zona merah dan orange, maka diminta agar sholat dapat dilaksanakan di lapangan terbuka. Terkecuali ketika cuaca hujan, maka dapat digelar di Masjid atau Musholla. Dengan jumlah maksimal 25 persen dari kapasitas normalnya.

Aturan tersebut tertuang didalam surat edaran (SE) nomor yang ditandatangani Bupati Karimun Aunur Rafiq dengan nomor 400/KESRA-SETDA/VII/1276/2021, tentang Penyelenggaraan Rangkaian Perayaan Idul Adha 1442 H/ 2021 M, Dan Pelaksanaan Ibadah Di Rumah / Sarana Ibadah, Dalam Rangka Pengendalian Pencegahan Covid-19 Di Kabupaten Karimun.

Kabag Kesra dan Keagamaan Pemkab Karimun, Irwandi Novri mengatakan, ketentuan berikutnya dalam SE tersebut menjelasklan bahwa, untuk Wilayah yang masih berstatus zonak kuning dan hijau, sholat Idul Adha diutamakan dilaksanakan pada lapangan terbuka, kemudian dapat dilaksanakan di Masjid atau Musholla, dengan pembatasan jumlah Jamaah 50 persen dari kapasitas ruangan.

“Tentunya dalam pelaksanaan sholat Idul Adha nantinya, harus tretap dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” ungkap Irwandi, Selasa (13/7).

Termasuk juga rumah ibadah bagi umat atau agama lain, agar dapat membatasi jumlah jamaah, sesuai dengan zona pada masing-masing Kecamatan.

Sedangkan untuk penyembelihan hewan kurban, agar dapat menujuk petugas penyembelih yang sudah divaksin, atau yang bersedia melakukan rapid tes Antigen, dengan difasilitasi oleh pengurus Masjid ataupun panitia kurban, serta berkoordinasi bersama pemerintah di masing-masing Kecamatan.

Adapun prosesi penyembelihan hewan kurban, wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat, diawasi oleh Satgas Kabupaten sampai dengan Satgas Kecamatan, Satgas Desa dan Kelurahan, serta RT dan RW, yang harus melibatkan TNI Polri.

“Untuk pendistribusian daging kurban, panitia diminta agar berkoordinasi dengan RT dan RW setempat, kemudian mengatur jadwal pendistribusian, ataupun bisa juga panitia yang mengantar langsung kepada masyarakat yang menerima,” ungkap Irwandi.

Poin lain yang dibahas dalam SE tersebut adalah, mengenai pelaksanaan takbir keliling dalam bentuk dan kreatifitas apapun ditiadakan.

“Tapi pelaksanaan takbir hari raya di Masjid atau Musholla diperbolehkan, dengan ketentuan waktu penyelenggaraan takbir paling lama satu jam, dan diakhiri maksimal pukul 22.00 WIB dengan pembatasan jamaah. Tujuannya adalah untuk menghindari terjadi kerumunan, serta tetap berpedoman pada protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ketat,” katanya lagi.

Menurutnya, dengan diterbitkannya SE tersebut, maka SE sebelumnya bernomor 450/SETCOVID-19/V/09/2020 tertanggal 28 Mei 2020, tentang Protokol Pelaksanaan Ibadah Dalam Kondisi Covid- 19 pada Rumah atau Sarana Ibadah di Kabupaten Karimun, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

“Mari bersama-sama kita berdoa agar Kabupaten Karimun diberikan keberkahan, dan masyarakatnya dijauhkan dari wabah serta diberikan kemampuan untuk melawan Covid 19,” imbuhnya.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close