Breaking News

Masyarakat Karimun Tolak Keberadaan Syiah

0 0

RADIOAZAM.COM – Warga Karimun yang tergabung didalam Forum Umat Islam Karimun, menolak keberadaan dan kegiatan paham syiah di Karimun.

Penolakan ditandai dengan digelarnya aksi protes kepada pemerintah daerah, pada Sabtu (14/9). Yang awalnya dijadwalkan akan dilaksanakan di halaman rumah dinas Bupati Karimun, namun karena sesuatu hal, lokasi dipindah di depan Gedung Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karimun, atau hanya berjarak 150 meter dari lokasi semula.

Massa yang terdiri dari unsur pemuda, tokoh agama dan masyarakat itu meminta kepada pemerintah Kabupaten Karimun untuk dapat bersikap tegas, terhadap kaum syiah yang keberadaannya sudah sangat meresahkan.

Salah seorang orator dari kaum ibu, Maemunah mengatakan, keberadaan Syiah di Kabupaten Karimun terus berkembang. Namun sampai saat ini tidak diketahui apakah ada dasar hukumnya soal Syiah di bumi berazam.

“Syiah sudah jelas menyimpang dari ajaran Islam. Kami butuh Bapak Bupati Karimun Aunur Rafiq sebagai pemimpin daerah, untuk menunjukkan sikap kepada kami seperti apa, sehingga kami tahu bagaimana sikap pemerintah terhadap masalah ini. Secara agama harapan kami mudah-mudahan azam iman dan takawa tetap dijunjung tinggi,” kata Maemunah.

Hal yang sama disampaikan peserta aksi lainnya, Ginas. Kehadiran massa dalam aksi tersebut sebgai panggilan hati.

“Syiah adalah akidah yang melenceng dan sesat. Ini sudah jelas berdasarkan hukum, tinggal bagaimana pelaksanaan di lapangan. Ajaran ini di Karimun sudah cukup terkenal, bahkan setara di level Provinsi kepengurusannya di daerah kita ini,” jelasnya.

Ginas juga mempertanyakan kepada pemerintah Kabupaten Karimun, bahwa syiah yang bernaung dibawah Yaysan Nainawa memiliki legalitas dan terdaftar di Kesbang Pemkab Karimun. Sehingga ada dasar dari memberikan legalitas itu dalam memberikan surat keterangan terdaftar. Yang lokasi mereka berada di Wonosari Kelurahan Baran Barat Kecamatan Meral.

“Karena sesat, maka kami minta agar SKT yayasan mereka dicabut. Bupati dan Wabup yang turut hadir hari ini kami minta merekomendasikan agar dilakukan pencabutan (SKT), dalam saktu sesingkat-singkatnya.

Sementara, Bupati Karimun Aunur Rafiq menanggapi, bahwa dirinya juga merupakan bagian dari Ahlussunnah Wal Jamaah. Sebagai umat muslim, Rafiq mengaku tidak sepaham dan tidak bisa menerima ajaran syiah ada di Kabupaten Karimun.

“Tapi karena saya adalah bagian dari pemerintah Kabupaten Karimun, maka harus merujuk dari aturan yang ada, oleh karena itu saya sebagai Bupati, akan menyikapi dan berkoordnasikan secepatnya, untuk mengambil langkah konkrit,” jelasnya.

Sampai saat ini, pemerintah daerah bersama kepolisian tak pernah mengeluarkan izin tentang rencana kegiatan syiah di Kabupaten Karimun. Kemudian setiap tahunnya saat syiah berencana menggelar kegaitan juga pasti mengirimkan undangan untuk Bupati Karimun, namun Rafiq mengaku tak pernah menghadiri.

“Contohnya kegiatan yang akan mereka lakukan pada 15 September atau besok, yang pada akhirnya ditunda pada 22 September karena tak dapat izin. Memang sampai hari ini kami pemerintah tak pernah mengeluarkan rekomendasi, termasuk izin keramaian dari Polisi juga tak pernah dikeluarkan,” tambah Rafiq.

Rafiq juga akan mendatangi lokasi Yayasan Nainawa di Wonosari Kecamatan Meral, dengan membawa beberapa perwakilan agama, pemuda, tokoh masyarakat, MUI, Kanmenag dan aparat kepolisian. Untuk memberikan penegasan agar tidak lagi membuat kegiatan.

“Hari ini kita terima dulu apa yang disampaikan melalui resmi dan secara lisan. Surat ini akan jadi dasar kami untuk menyampaikan kepada MUI Pusat dan Menteri Agama. Bahwa ada keresahan masyarakat, dan harus disikapi,” tutup Rafiq.

Massa akhirnya membubarkan diri setelah menggela pertemuan terbatas bersama Bupati Karimun Aunur Rafiq, Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim dan beberapa kepala dinas, di rumah dinas Bupati.

Sementara, Kapolsek Meral, AKP Hadi Sucipto mengatakan, pihaknya tidak melakukan pengamanan apapun di markas Yayasan Nainawa tempat penganut syiah bernaung, yang berlokasi di Wonosari Kecamatan Meral. Pengerahan personil dalam hal ini hanya dilakukan oleh Polres Karimun.

“Kami sifatnya hanya patroli saja,” kata Hadi, singkat.(agn)

About Post Author

agn

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *