KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Masyarakat Ungar Hidupkan Kembali Tradisi Lampu Minyak Tanah Sambut Idul Fitri, 500 Lampu Minyak Akan Hiasi Kelurahan Alai

Ketika di Karimun Tidakan Lomba Lampu Colok

RADIOAZAM.ID – Disaat tradisi menyambut hari raya Idul Fitri berupa lampu pelita minyak tanah atau lampu colok, kini mulai hilang di Karimun, namun tidak untuk di wilayah pulau-pulau khususnya di Kecamatan Ungar, tepatnya di RW 007 Kelurahan Alai.

Warga setempat bertungkus lumus bahu membahu menghidupkan kembali tradisi lampu colok tersebut, dengan menggunakan anggaran swadaya masyarakat. Sekitar 500 lampu colok direncanakan akan dipasang mulai malam ramadhan ke 27 atau biasa masyarakat setempat menyebutnya malam tujuh likur.

Persiapannya sudah dimuilai sejak beberapa hari kemarin, dengan dipimpin langsung oleh Ketua RW 007 Kelurahan Alai Kecamatan Ungar, Syafrizal, bersama pemuda dan warga dari dua RT untuk mencari kayu sebagai bahan utama kerangka.

Menurut Syafrizal, masyarakat sudah semakin rindu dengan tradisi yang semakin hilang itu. Sehingga banyak yang berinisiatif dan menyatukan pemikiran untuk membuat hiasan lampu pelita atau lampu minyak, dengan dipadukan ornamen atau repelika masjid.

“Kali ini kita tidak buat gerbang atau gapura di jalan, hanya hiasan dinding atau ornamen masjid, yang dihiasi lampur colok. Lokasinya di tanah kosong milik warga di Jalan Besar Kelurahan Alai tak jauh dari gerbang menuju pemakaman umum,” ujar Syafrizal, Minggu (25/4).

Karena sulitnya mencari minyak tanah sebagai bahan bakar lampu colok, maka masyarakat pun mencari alternatif lain, yakni minyak solar sebagai gantinya. Sehingga peralatan yang diperlukan pun selain kaleng bekas sebagai wadah lampu colok, juga diperlukan sumbu khusus untuk minyak solar.

“Terakhir kita buat lampur colok berupa gapura tak jauh dari tempat kami buat saat ini, tapi sekarang berupa hiasan dinding, bukan gapura. Kemudian minyak tanah pun semakin susah sehingga diganti jadi minyak solar. Yang dibuthkan sektiar lima sampai enam jerigen minyak hingga malam lebaran Idul Fitri,” ungkapnya.

Persiapan menyambut hari raya Idul Fitri, masyarakat RW 007 Kelurahan Alai Kecamatan Ungar membuat gapura untuk lampu pelita atau lampu colok

Masyarakat lanjut Syafrizal, bersedia menyumbangkan dana secara sukarela demi memeriahkan penyambutan hari raya Idul Fitri.

Selain masyarakat di Kelurahan Alai, Syafrizal juga mengaku sempat melihat warga di Dusun Kedencer Desa
Batu Limau. Yang juga bersiap-siap membuat lampu colok. Sehingga kemeriahan Pulau Ungar akan semakin terasa saat menyambut hari raya Idul Fitri nantinya.

“Motivasi kami bersama para warga membuat lampu colok ini, adalah memeriahkan sausana menyambut hari raya Idul Fitri. Tahun 2020 kemarin kami tidak buat, terakhir tahun 2019. Jadi memang ada rasa rindu ingin melihat kemeriahan yang semakin hilang,” katanya.

Meski hanya menggunakan anggaran swadaya, Syafrizal mengaku tetap butuh perhatian khusus dari pemerintah setempat. Karena bagaimanapun kreatifitas masyarakat memerlukan dukungan.

Dikatakan, kegiatan tersebut murni kerja ikhlas, patungan menggunakan anggaran pribadi masyarakat. Bahkan insentif Syafrizal sebagai Ketua RW pun digunakan untuk mencukupi kebutuhan memeriahkan sambut hari raya Idul Fitri.

“Intinya sama-sama peduli menciptakan kemeriahan demi kebersamaan. Tapi walau bagaimanapun, setidaknya harus ada perhatian dari pemerintah yang sampai sekarang belum nampak, kampung kita ini sudah dimekarkan dan sudah jadi Kecamatan, tapi tak nampak wujud Kecamatannya, maka mari sama-sama saling peduli, termasuk juga dari pihak pemerintah Kecamatan-nya,” ungkap Syafrizal.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close