KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Melihat Kesiapan Pusat Isolasi Suspect Corona di Puskesmas Meral Barat

Nyimas Novi: Masyarakat Harus Mendukung

RADIOAZAM.ID – Puskesmas Meral Barat dinyatakan telah siap menampung pasien yang dicurigai terinveksi virus corona atau covid 19 dalam kategori suspetc.

Kesiapan itu dikatakan Kepala Puskesmas Meral Barat, Alaidin saat menerima kunjungan Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani, Senin (23/3).

Hanya saja, dalam kunjungan Nyimas Novi ke lokasi tersebut, masih didapati beberapa logistik yang belum lengkap, seperti botol semprot disinfektan yang belum tersedia sama sekali, serta kesiapan kamar pasien yang masih dilengkapi kebutuhannya.

“Yang masih belum ada botol semprot disinfektan. Kalau tempat tidur, kami dapat dari Asrama Haji di Masjid Agung, tapi rupanya tidak memenuhi standar pasien, terlalu rendah, namun sudah dikirim kesini sekitar 20 unit lengkap dengan kasur. Namun belum kami gunakan dan sementara masih pakai fasilitas puskesmas yang ada saja,” ungkap Alaidin.

Nantinya, tempat tidur pinjaman dari Asrama Haji baru akan digunakan jika memang sudah tidak cukup menampung pasien.

“Dijkadikan tempat tidur cadangan jika pasien membludak,” katanya lagi.

Adapun kamar tempat perawatan khusus, telah disediakan enam ruangan yang sebelumnya merupakan mess paramedis Puskesmas Meral Barat, lalu masing-masing ruangan telah disediakan dua tempat tidur, lengkap dengan pendingin dan blower yang pentilasinya diatur menghadap keatas.

“Puskesmas kita ini sebagai tempat isolasi dan observasi kasus virus corona, kalau hasilnya ada yang positif tetap dialihkan ke RSUD Muhammad Sani,” tambahnya.

Sementara, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani mengaku kedatangannya mengecek kesiapan Puskesmas Meral Barat dalam hal penanganan kasus corona jika terdapat suspect.

“Kami mengharapkan dukungan dan kerjasama dari masyarakat,” kata Nyimas Novi.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Karimun meninjau Puskesmas Meral Barat yang dijadikan pusat isolasi, Senin (23/3) didampingi Kepala Puskesmas Meral Barat, Alaidin

Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaen Karimun ini juga mengatakan, karena ditunjuknya Puskesmas Meral Barat sebagai fasilitas karantina suspect corona, maka pelayanan untuk kesehatan bagi masyarakat dialihkan ke Puskesmas Pembantu (Pustu) , yang berlokasi di Lembah Permai Kelurahan Darussalam Kecamatan Meral Barat.

Adapun hasil pantauannye di Puskesmas Meral Barat, masih didapati beberapa keperluan yang harus dilengkapi, seperti alat pelindung diri (APD), botol semprot disinfektan, token listrik untuk kamar isolasi dan ruang tenaga medis, dan hand sanitizer di setiap ruangan.

Ditolak Warga

Sementara itu, penunjukan Puskesmas Meral Barat sebagai tempat isolasi suspect corona mendapat penolakan warga setempat. Sehingga digelar pertemuan antara pihak Kecamatan Meral Barat, Puskesmas Meral Barat, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rahmadi dan Asisten II Pemkab Karimun, Fajar Horison, bertempat di Puskesmas Meral Barat.

“Kalau kami tidak bertanya tidak akan ada pertemuan tadi pagi, kami warga sini tidak dilibatkan dalam menetapkan Puskesmas Meral Barat sebagai pusat isolasi,” ungkap Erwin warga Jelutung Kelurahan Darussalam Kecamatan Meral Barat, Senin (23/3).

Dari pertemuan yang dihadiri warga dan tokoh masyarakat setempat, Erwin mengaku tidak ada titik temu. Bahkan masyarakat diminta untuk tetap menerima kepurusan penunjukan Puskesmas Meral Barat sebagai pusat isolasi.

“Yang jadi pertanyaan, kenapa di 12 Puskesmas lainnya se Kabupaten Karimun tidak dibuat hal yang sama, hanya di Kecamatan Meral Barat. Pertemuan tadi hasilnya, suka atau tidak suka, masyarakat diminta untuk menerima,” pungkasnya.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close