KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

MTQ Kecamatan Karimun Digelar di Gedung Nasional, Siagakan Dua Tenaga Medis Karena Masih Zona Kuning

RADIOAZAM.ID – Perhelatan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Kecamatan Karimun, akan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan, mulai dari pembatasan pengunjung di lokasi astaka, serta agenda keramaian yang dihapus untuk menghindari adanya kerumunan.

Camat Karimun, Agung Jati Kusuma mengatakan, pelaksanaan STQ Kecamatan Karimun dipersingkat dari awalnya empat hari menjadi tiga hari, yakni dimulai pada 19 hingga 21 Februari. Diawali dengan pembukaan pada Jumat pagi (19/2) pukul 08.00 WIB, berlokasi di Gedung Nasional.

“Tapi sebelum pembukaan sudah kita mulai dengan pelantikan dewan hakim di Gedung Nasional Kamis sore (18/2). Sengaja tidak kita gabung pada hari pembukaan, karena mengingat waktu singkat. Dipilihnya Gedung Nasional sebagai lokasi STQ karena hanya itu tempat yang layak, dengan penerapan protokol kesehatan,” ungkap Agung saat ditemui di Gedung Nasional dalam mengecek kesiapan astaka, Rabu (17/2).

Dikatakannya, Gedung Nasional yang memiliki kapasitas maksimal 200 orang akan dikurangi jumlah pengunjung dengan maksimal hanya 65 orang saja, sudah termasuk peserta, official, dewan hakim dan tamu undangan dari FKPD.

Pembatasan dilakukan mengingat Kecamatan Karimun masih zona kuning dalam penyebaran Covid-19, sehingga perlu antisipasi agar tidak terjadi klaster baru. Dalam antisipasi yang dilakukan, panitia juga menyiagakan dua orang tim medis dari Puskesmas Tanjungbalai Karimun.

Agung menambahkan, tidak hanya mempersingkat pelaksanaan STQ Kecamatan Karimun lebih cepat satu hari dari yang sudah dijadwalkan, tapi juga menghapuskan kegiatan pameran stand bazar dan pawai takruf

Adapun cabang yang diperlombakan antara lain cabang tartil anak-anak putra dan putri, tilawah anak-anak, remaja dan dewasa putra dan putri. Yang akan diikuti enam Kelurahan dan tiga Desa di Kecamatan Karimun.

“Persiapan kita sudah lebih dari 70 persen, tadi pagi sudah dilakukan pencabutan undi di Kantor Camat Karimun,” jelas Agung.

Dia juga berpesan, agar masyarakat dapat memahami kondisi yang terjadi saat ini, dengan adanya pembatasan pengunjung sehingga diharapkan untuk tidak hadir ke lokasi STQ Kecamatan Karimun.

“Syiar dari STQ tahun ini memang tidak sama seperti tahun-tahun sebelumnya, karena kita mempertimbangkan Kecamatan Karimun masih zona kuning. Disamping itu, kami sangat berharap agar masyarakat tetap menggelorakan syiar Al-Quran, artinya dengan kondisi serba terbatas ini tidak mengurangi semangat kita semua,” pesannya.

Sementara itu, Lurah Tanjungbalai, Azdirizal yang mendapatkan giliran sebagai tuan rumah penyelenggara STQ Kecamatan Karimun menambahkan, memang tuan rumah adalah Kelurahan Tanjungbalai, tapi lokasi yang memadai untuk penerapan protokol kesehatan adanya di wilayah Kelurahan Tanjungbalai Kota, sehingga disepakati untuk dilaksanakan dilakukan di Gedung Nasional.

“Justru kita lebih mudah menerapkan protokol kesehatan di dalam Gedung Nasional, karena tertutup, kita bisa membatasi siapa saja yang akan masuk, kalau di tempat terbuka pasti lebih sulit diterapkan. Mudah-mudahan masyarakat dapat memakluminya,” ujar Azdirizal.

Menurutnya, semua cabang yang diperlombakan merupakan andalan bagi Kecamatan Karimun, untuk mengikuti STQ tingkat Kabupaten Karimun di Kecamatan Kundur. Namun ada cabang yang dihapus dan tidak diperlombakan di Kabupaten, sehingga menjadi PR bagi Kecamatan Karimun untuk bekerjasama dalam meningkatkan potensi para qori dan qoriah terbaik yang diutus nantinya.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close