KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

MUI Karimun Enggan Beri Izin Syiah Gelar Peringatan Hari Karbala, Akui Memang Belum Ada Surat Laporan Rencana Syiah

RADIOAZAM.ID – Majelis Ulama Indonesia(MUI) Kabupaten Karimun menegaskan tidak akan memberikan izin maupun rekomendasi, atas peringatan hari Karbala bagi kaum penganut paham Syiah di Karimun.

Ketua I MUI Kabupaten Karimun, M Rasyid Nur mengatakan, kendati sampai saat ini belum ada surat yang masuk dari kalangan Syiah, untuk menggelar kegiatan peringatan pada 10 Muharram tersebut. Namun MUI Kabupaten Karimun tetap akan melakukan antisipasi agar tidak ada kegiatan apapun yang mereka gelar.

“Salah satu antisipasi yang akan dilakukan MUI adalah, berencana mendatangi Bupati Karimun Aunur Rafiq selaku pemegang kekuasaan penuh di Kabupaten Karimun, untuk tidak memberikan rekomendasi atau izin apapun bagi Syiah di Kabupaten Karimun, termasuk juga pada peringatan hari karbala 10 Muharram, atau yang biasa dikenal dengan hari Asyura,” ucap Rasyid, Selasa (17/8).

Dikatakan Raysid, sampai saat ini memang belum ada surat ataupun pemberitahuan dari Syiah mengenai akan melaksanakan kegiatan hari Asyura yang jatuh pada Kamis besok (19/8). Namun beberapa pihak sudah sempat menayakan hal itu kepada MUI, tentang pegerakan kaum Syiah di Karimun bertepatan dengan hari Asyura yang tinggal beberapa hari lagi.

“Kalau tidak ada kegiatan maka tidak ada masalah, tidak ada hal-hal yang menimbulkan keresahan masyarakat. Dengan demikian, MUI Kabupaten Karimun menganggap tidak ada persoalan yang timbul, tapi kalau sebaliknya Syiah membuat kegiatan sementara selama ini disepakati bahwa Syiah tidak boleh melakukan kegiatan apapun, maka tentu nanti kita akan bersikap,” jelas Rasyid.

Disinggung masih ada beberapa hari lagi jelang peringatan hari karbala, kemungkinan akan adanya kegiatan ataupun tidak, Rasyid mengaku tetap dengan pendiriannya tidak akan memberikan izin terhadap Syiah dalam melaksanakan kegiatan.

“Karena pada hakikatnya MUI tidak ingin ini menimbulkan keresahan di masyarakat muslim,” ujarnya.

Tentang antisipasi yang dilakukan berupa rapat bersama FKPD seperti tahun lalu, Rasyid menilai sampai saat ini belum ada rapat bersama membahas Syiah Kabupaten Karimun.

“Memang belum ada rapat bersama, karena belum ada surat yang masuk atau pemberitahuan mengenai rencana kegiatan Syiah. Tapi pada intinya MUI tidak akan mengizinkan,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakanmenag) Kabupaten Karimun, Jamzuri, bahwa hingga saat ini belum ada informasi ataupun surat masuk dari Syiah, tentang rencana menggelar kegiatan hari karbala.

“Apa lagi kondisi pandemi Covid-19 saat ini di Karimun belum menurun, sehingga memang tidak ada kegiatan kumpul-kumpul. Kalau soal izin, jika tidak ada surat masuk maka kami dari Kanmenag pun tidak akan mengeluarkan rekomendasi atau izin. Namun yang mengeluarkan izin dalam hal ini adalah Bupati Karimun,” ungkapnya.

Mengenai antisipasi untuk mencegah agar tidak terjadi konflik seperti beberapa tahun kemarin, sehingga lebih dulu digelar rapat bersama para FKPD, Jamzuri mengaku belum ada rapat apapun yang digelar oleh para FKPD.

“Kalau tahun kemarin itu kan mereka sampaikan surat, dan menyatakan akan buat kegiatan, makanya kita gelar rapat. Kalau tahun ini memang tidak ada surat yang masuk atau tidak ada pemberitahuan,” jelasnya.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close