KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Musrenbang Semua Kecamatan Direspon Pemkab Karimun, 187 Usulan Dirangkum

RADIOAZAM.ID – Pemerintah Kabupaten Karimun menindaklanjuti hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di 12 Kecamatan se Kabupaten Karimun, dengan cara menggelar forum Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Karimun, Rabu (10/3).

Dari Musrenbang Kecamatan se Kabupaten Karimun, Baperlitbang Kabupaten Karimun telah merangkum seluruh usulan dengan jumlah 187, yang tersebar di 29 Kelurahan dan 42 Desa se Kabupaten Karimun.

Dengan rincian antara lain, satu usulan ditujukan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), dua usulan di Dinas Kesehatan, dua usulan di Dinas Lingkungan Hidup, satu usulan di Dinas Pangan dan Pertanian, satu usulan di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, 137 usulan di Dinas PUPR, tujuh usulan di Dinas Pendidikan, 18 usulan di Dinas Perhubungan, enam usulan di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), terakhir 18 usulan di Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Kebersihan.

Bupati Karimun Aunur Rafiq dalam membuka kegiatan tersebut mengatakan, forum OPD atau SKPD merupakan salah satu wadah untuk menyatupadukan usulan partisipasitif seluruh stakeholder, pada tingkat Kecamatan dalam perencanaan pembangunan daerah.

“Kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari Musrenbang di semua Kecamatan yang sudah selesai dilaksanakan awal Maret kemarin. Fungsi dari forum OPD adalah salah satu strategis penting dalam pembangunan. Agar semua OPD dapat bersama-sama mensinkronkan dan merumuskan usulan prioritas pembangunan, yang dihasilkan dari musrenbang Kecamatan,” ucap Rafiq.

Untuk itu dia berharap, seluruh mekanisme dan tahapan penyusunan perencanaan harus benar-benar menjamin keterlibatan semua elemen masyarakat, dalam menyampaikan saran dan usulan pada penyusunan perencanaan pembangunan di Kabupaten Karimun.

Menurut Rafiq, persoalan yang dihadapi dalam proses perencanaan pembangunan adalah, saat menentukan pilihan program dan kegiatan prioritas, yang akan di dahulukan pelaksanaan pembangunannya. Karena disisi lain, kita dihadapkan dengan adanya keterbatasan sumber pendanaan.

“Namun perlu saya tekankan bahwa besar atau kecilnya anggaran, bukan sebagai penentu suksesnya sebuah program dan kegiatan. Tapi yang lebih penting adalah seberapa besar dampak dan nilai manfaat terhadap hasil pembangunan, dari program dan kegiatan tersebut bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelas Rafiq.

Perlunya dibuat forum SKPD atau OPD tersebut adalah, dalam rangka menentukan prioritas program dan kegiatan pembangunan tahun anggaran 2022.

“Oleh karena itu pembahasan harus dilakukan dengan fokus, sehingga arah pembangunan Kabupaten Karimun akan mampu mewujudkan visi dan misi. Selain itu, perlunya perhatian akan kewenangan yang dimiliki, baik tingkat Kabupaten, Provinsi mapun pusat,” kata Rafiq.

Untuk itu, karena mengingat terbatasnya APBD Kabupaten Karimun, maka diminta kepada seluruh Kepala Dinas, Pendapatan, Bagian dan Kantor agar dapat mengejar anggaran yang tersedia pada APBD Provinsi, dan APBN melalui fisik dan non fisik. Dan harus dilakukan sesuai dengan koridor dan ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku.

Dijelaskan Rafiq, tiga usulan prioritas setiap Desa dan Kelurahan dari masing-masing Kecamatan yang dihasilkan pada Musrenbang, di input kedalam SIPD yang kemudian di sinkronkan dengan rancangan awal (Ranwal), renja OPD, serta dibahas dan difilter melalui forum SKPD yang baru digelar.

Tujuan dari Forum SKPD tersebut antara lain adalah, menyelaraskan program dan kegiatan OPD dengan usulan program dan kegiatan hasil musrenbang tingkat Kecamatan, untuk kemudian di input kedalam sistem sebagai salah satu bahan dalam penyusunan renja OPD. Kemudian, mempertajam indikator serta target kinerja program dan kegiatan OPD, sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.

Kemudian, menyelaraskan program dan kegiatan antar OPD dalam rangka optimalisasi pencapaian sasaran, sesuai dengan kewenangan dan sinergitas pelaksanaan prioritas pembangunan daerah, menyesuaikan pendanaan program dan kegiatan prioritas, berdasarkan pagu indikatif untuk masing-masing OPD.

“Oleh karena itu, melalui forum ini sangat mengharapkan peran aktif dari semuanya, untuk menyusun skala prioritas sesuai dengan program dan kegiatan yang diusulkan oleh Kecamatan. Agar usulan-usulan tersebut dapat menjadi daya ungkit dalam mencapai indikator kinerja,” pungkas Rafiq.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close